Enam Warga Binaan Lapas Wamena Kabur, Satu di Antaranya Anggota KKB
Enam warga binaan, termasuk satu anggota KKB, kabur dari Lapas Kelas IIB Wamena; Kepolisian Jayawijaya meningkatkan koordinasi untuk penangkapan.

Sebanyak enam warga binaan dilaporkan melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan pada Jumat, 28 Februari 2024. Kejadian ini mengejutkan warga dan aparat penegak hukum setempat. Satu dari enam narapidana yang kabur diketahui merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Polisi langsung bergerak cepat untuk melakukan pengejaran dan meminta bantuan dari berbagai pihak.
Keenam warga binaan yang kabur tersebut telah diidentifikasi. Mereka adalah Nelis Heluka Bin Hendrik Heluka, Penihas Heluka alias Kopi Tua Heluka, Rio Elopere Bin Jani Elopere, Ariel Sonyap alias Koroway Bin Simon Sonyap, Sergius Asso, dan Ferly Wesabla alias Ferlin. Identitas para kaburan ini telah dikonfirmasi oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Lapas Wamena dan tengah berupaya maksimal untuk menangkap keenam warga binaan tersebut. Polisi meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, untuk mempercepat proses penangkapan.
Pencarian Terus Dilakukan, Satu Tersangka Terkait Senjata Api
Polisi menyatakan bahwa salah satu dari enam warga binaan yang kabur merupakan tersangka kasus kepemilikan senjata api yang berasal dari Kabupaten Yahukimo. Hal ini semakin mempersulit upaya penangkapan, mengingat keterlibatan senjata api dan kemungkinan adanya jaringan di luar Lapas.
AKBP Heri Wibowo menambahkan bahwa koordinasi dengan tokoh masyarakat di Yahukimo sangat penting untuk membantu pencarian, terutama untuk melacak tersangka kasus senjata api. Kerja sama dengan masyarakat dinilai krusial dalam upaya pengejaran ini.
Polisi juga menegaskan bahwa satu dari enam warga binaan yang kabur merupakan anggota KKB, hal ini menambah kekhawatiran akan potensi ancaman keamanan di wilayah Wamena.
"Kami juga akan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat di Yahukimo untuk bagaimana bersama-sama bisa menemukan mereka, terutama yang kasus senjata api di wilayah Wamena," ujar AKBP Heri Wibowo.
Imbauan Kewaspadaan dan Harapan Penyerahan Diri
Kepolisian mengimbau masyarakat Papua Pegunungan, khususnya di Wamena, untuk meningkatkan kewaspadaan. Kaburnya enam warga binaan, termasuk anggota KKB, berpotensi menimbulkan ancaman keamanan di wilayah tersebut.
AKBP Heri Wibowo menambahkan bahwa luasnya wilayah operasi membuat sulit untuk memprediksi waktu penangkapan. Namun, polisi akan terus berupaya dengan bantuan tokoh masyarakat dan Satgas Damai Cartenz.
Pihak kepolisian berharap keenam warga binaan tersebut dapat menyerahkan diri secara sukarela. Hal ini akan mempermudah proses penyelesaian masalah dan mencegah potensi konflik lebih lanjut.
"Kami harap mereka dengan kesadaran dapat menyerahkan diri sehingga polisi di lapangan mudah menyelesaikan persoalan ini," harap AKBP Heri Wibowo.
Proses pencarian dan penangkapan keenam warga binaan masih terus berlangsung. Kerja sama antara kepolisian, pihak Lapas, tokoh masyarakat, dan Satgas Damai Cartenz sangat penting untuk memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah Wamena.