Fakta Menarik: Pemkab Tanimbar Gencarkan Pelatihan Ketenagakerjaan Inklusif untuk Perkuat SDM Lokal
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) fokus pada pelatihan ketenagakerjaan inklusif guna memperkuat SDM. Bagaimana program ini membuka peluang bagi semua lapisan masyarakat?

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) di Maluku baru-baru ini mengintensifkan program pendidikan vokasi. Inisiatif ini berfokus pada pelatihan kerja yang bersifat inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut. Bupati Tanimbar, Ricky Jauwerissa, menegaskan pentingnya program ini dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.
Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis warga, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas. Tujuannya adalah memastikan akses setara terhadap pelatihan kerja yang relevan.
Pendekatan Strategis untuk SDM Berdaya Saing
Bupati Tanimbar, Ricky Jauwerissa, menjelaskan bahwa pendidikan vokasi dan pelatihan kerja inklusif merupakan pendekatan strategis. Ini menjadi kunci dalam mendorong transformasi sosial dan ekonomi secara berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis masyarakat Tanimbar. Namun, juga memastikan seluruh warga, termasuk kelompok rentan, memiliki akses setara terhadap pelatihan kerja. Ini mencakup perempuan dan penyandang disabilitas.
Integrasi kurikulum berbasis kebutuhan industri menjadi prioritas utama. Dukungan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) dan kemitraan dengan lembaga pelatihan nasional turut memperkuat program ini.
Harapannya, pendidikan vokasi mampu melahirkan tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap pakai. Mereka diharapkan mampu bersaing secara profesional, baik di dalam maupun di luar daerah.
Kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan
Bupati Ricky Jauwerissa telah menyampaikan berbagai isu strategis sektor ketenagakerjaan KKT kepada Kementerian Ketenagakerjaan. Fokus utamanya meliputi perluasan akses fasilitas pelatihan seperti BLK.
Selain itu, penyediaan sarana pelatihan dan pengembangan kurikulum vokasi yang relevan menjadi perhatian. Kurikulum ini harus sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini untuk memastikan relevansi.
Kerja sama ini mendukung realisasi visi besar “Tanimbar Maju” melalui pembangunan ketenagakerjaan. Visi tersebut mencakup aspek inklusif, kompeten, dan berdaya saing bagi masyarakat.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Immanuel Ebenezer, menyambut baik inisiatif Pemkab Tanimbar. Pendekatan strategis ini dinilai sejalan dengan prioritas nasional, terutama dalam pemerataan akses pelatihan di wilayah 3T.