Giant Sea Wall: Mitigasi Banjir Rob di Pesisir Jakarta dan Pantura Jawa
Menko Marves AHY ungkap pembangunan Giant Sea Wall sebagai solusi holistik mitigasi banjir rob di Jakarta dan Pantura Jawa, mengatasi penurunan tanah dan abrasi.

Banjir rob yang melanda kawasan pesisir Jakarta dan pantai utara Jawa (Pantura) menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan pembangunan Giant Sea Wall sebagai upaya utama mitigasi bencana ini. Proyek ambisius ini bertujuan melindungi wilayah pesisir dari abrasi, penurunan tanah, dan dampak buruk banjir rob yang semakin sering terjadi.
AHY menekankan bahwa solusi yang diterapkan tidak boleh hanya berfokus pada penanganan dampak di hilir, melainkan juga mengatasi akar permasalahan di hulu. Pembangunan Giant Sea Wall merupakan bagian dari strategi holistik yang melibatkan berbagai upaya untuk melindungi pesisir dan menangani banjir secara menyeluruh. Hal ini mengingat dampak buruk banjir rob yang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat.
Presiden telah memberikan mandat percepatan pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari strategi ketahanan pesisir Indonesia. Proyek ini telah melalui berbagai tahap perencanaan, mulai dari kajian awal pada 2008, studi kelayakan pada 2014, hingga penyusunan master plan NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) pada 2016 yang melibatkan kerja sama internasional. Dengan demikian, proyek ini telah melalui kajian yang matang dan mempertimbangkan berbagai aspek penting.
Solusi Holistik Atasi Banjir Rob
AHY menjelaskan bahwa pembangunan Giant Sea Wall merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir rob di Jakarta dan Pantura Jawa. Penurunan tanah yang signifikan, mencapai 4 hingga 10 cm per tahun, menjadi salah satu penyebab utama tingginya risiko banjir rob. Oleh karena itu, pembangunan tanggul laut raksasa ini diharapkan dapat melindungi wilayah pesisir dari ancaman tersebut.
Selain pembangunan infrastruktur fisik, pemerintah juga fokus pada perbaikan tata kelola sumber daya air. Pemanfaatan air tanah yang berlebihan di Jakarta menjadi salah satu faktor penyebab penurunan tanah. Untuk itu, optimalisasi suplai air bersih dari Waduk Jatiluhur dan Waduk Karian menjadi prioritas. Langkah ini diimbangi dengan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pengurangan kehilangan air, serta upaya rainwater harvesting dan water cycle.
Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan kualitas air melalui program Jakarta Sewerage System dan penguatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, serta perbaikan sanitasi masyarakat. Semua upaya ini saling berkaitan dan bertujuan untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dalam mengatasi masalah banjir rob.
"Kita pastikan, jika kita berhasil melindungi pesisir pantai Jakarta dan Jawa, potensi kerugian akibat banjir bisa dihilangkan. Ini bisa bernilai miliaran dolar AS dalam 20–30 tahun ke depan, dan yang paling penting, menyelamatkan manusia," kata AHY.
Integrasi Ekonomi dan Lingkungan
Proyek Giant Sea Wall tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada pengembangan ekonomi berbasis pesisir. Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang menarik, membuka lapangan kerja, dan menarik investasi. Dengan demikian, proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Pemerintah juga tengah menyiapkan skema pembiayaan inovatif untuk mendukung proyek besar ini. Besarnya anggaran yang dibutuhkan menuntut solusi pembiayaan yang kreatif dan efisien. Proyek ini juga mencakup strategi jangka panjang dalam pemantauan tinggi permukaan air, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan kawasan ekonomi berbasis pesisir.
"Jadi, ini terintegrasi. Tidak hanya bicara lingkungan, tetapi juga pengembangan kawasan sehingga memiliki nilai tambah ekonomi yang menarik. Bukan hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga menarik investasi yang sangat kita perlukan," ujar AHY.
Proyek Giant Sea Wall merupakan bukti komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman banjir rob dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Dengan pendekatan holistik dan terintegrasi, proyek ini diharapkan dapat memberikan solusi yang berkelanjutan bagi permasalahan banjir rob di Indonesia.