Green Tumbilotohe: Tradisi Gorontalo yang Kini Menjadi Agenda Tahunan
Pemerintah Kabupaten Gorontalo menetapkan Green Tumbilotohe sebagai agenda tahunan untuk melestarikan warisan budaya dan menarik wisatawan, sekaligus mendorong penggunaan bahan alami dalam perayaan.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Pemerintah Kabupaten Gorontalo menetapkan Green Tumbilotohe sebagai agenda tahunan. Wakil Bupati Gorontalo, Tonny Junus, mengumumkan hal ini setelah penutupan acara Green Tumbilotohe dan Lomba Tabuh Beduk 2025 di Gorontalo pada Sabtu, 29 Maret. Langkah ini diambil untuk melestarikan tradisi Tumbilotohe, yaitu tradisi menyalakan lampu minyak di halaman rumah, masjid, dan jalan selama malam ke-27 Ramadhan hingga Idul Fitri. Pemerintah berharap dapat mempertahankan warisan budaya Gorontalo ini agar tidak luntur tergerus zaman dan sekaligus menarik minat wisatawan.
Tradisi Tumbilotohe sendiri merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Gorontalo. Lebih dari sekadar festival, Tumbilotohe memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat setempat. Dengan menjadikannya agenda tahunan, pemerintah berharap dapat meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya melestarikan warisan budaya leluhur.
Selain pelestarian budaya, penyelenggaraan Green Tumbilotohe juga bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara, diharapkan perayaan ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Gorontalo. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengembangkan potensi wisata budaya di daerah tersebut.
Green Tumbilotohe: Kolaborasi dan Kesadaran Lingkungan
Green Tumbilotohe merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Gorontalo. Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris, menekankan pentingnya penggunaan bahan-bahan alami seperti minyak tanah, pepaya, dan padamala dalam perayaan Tumbilotohe.
Penggunaan bahan alami ini tidak hanya selaras dengan konsep 'Green' dalam Green Tumbilotohe, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik festival. Bahan-bahan alami tersebut memberikan nuansa unik dan autentik pada perayaan, sekaligus ramah lingkungan. Harapannya, Green Tumbilotohe dapat menjadi festival yang semakin semarak dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Tonny Junus juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan selama dan setelah festival berlangsung. "Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari hal kecil, termasuk saat merayakan budaya," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa Green Tumbilotohe tidak hanya fokus pada pelestarian budaya, tetapi juga pada pelestarian lingkungan.
Setiap kecamatan di Kabupaten Gorontalo akan mengirimkan peserta untuk memeriahkan Green Tumbilotohe di tahun-tahun mendatang. Hal ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata di Gorontalo.
Dampak Positif Green Tumbilotohe
Dengan ditetapkannya Green Tumbilotohe sebagai agenda tahunan, diharapkan tradisi ini akan terus lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo. Lebih dari itu, Green Tumbilotohe diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata yang signifikan, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat.
Peningkatan kunjungan wisatawan akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat lokal, baik dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, maupun sektor ekonomi kreatif lainnya. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Gorontalo.
Selain dampak ekonomi, Green Tumbilotohe juga diharapkan dapat memperkuat identitas dan kebanggaan budaya masyarakat Gorontalo. Dengan semakin dikenal luasnya tradisi ini, diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta dan kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya leluhur.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan Green Tumbilotohe agar menjadi festival budaya yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Gorontalo.
Dengan demikian, Green Tumbilotohe bukan hanya sebuah festival, melainkan sebuah upaya nyata untuk melestarikan warisan budaya, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo. Tradisi ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi ikon pariwisata Gorontalo di masa mendatang.