Gunung Marapi Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik hingga 1.000 Meter!
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi, memuntahkan abu vulkanik setinggi 1.000 meter dan jalur pendakian ditutup sementara.

Gunung Marapi, yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang melontarkan abu vulkanik hingga ketinggian 1.000 meter di atas puncak gunung. Erupsi terjadi pada Rabu, 2 April 2024, pukul 16.04 WIB. Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Teguh, melaporkan kejadian tersebut dari Padang, Sumatera Barat. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati condong ke arah timur.
Letusan tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan durasi sekitar 39 detik. Ini merupakan erupsi kedua pada hari yang sama, setelah erupsi sebelumnya terjadi pukul 06.25 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 350 meter dan durasi 57 detik. Amplitudo erupsi pagi hari tercatat 1,6 milimeter. Petugas PGA lainnya, Ahmad Rifandi, menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Menyusul erupsi ini, pihak berwenang mengambil tindakan pencegahan. Jalur pendakian ke Gunung Marapi telah ditutup sementara oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, terutama mengingat masih dalam suasana libur Idul Fitri 1446 Hijriah. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan para pendaki dan masyarakat sekitar.
Imbauan dan Rekomendasi PVMBG
Saat ini, Gunung Marapi berada pada Level II atau Waspada, sesuai data dari PVMBG. Sejumlah rekomendasi telah dikeluarkan untuk menjaga keselamatan masyarakat. PVMBG mengimbau masyarakat, pendaki, dan pengunjung untuk tidak memasuki atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek). Hal ini sangat penting untuk menghindari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh erupsi.
Selain itu, PVMBG juga memberikan peringatan khusus kepada masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi. Mereka diminta untuk mewaspadai potensi ancaman bahaya banjir lahar hujan, terutama selama musim hujan. Antisipasi dini sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian dan korban jiwa.
Petugas PGA Gunung Marapi terus memantau aktivitas gunung api tersebut secara ketat. Mereka bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memberikan informasi terkini dan memastikan keselamatan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
"Kami mengimbau agar masyarakat mematuhi semua rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG," tegas Ahmad Rifandi. Ia juga mengingatkan agar tidak ada masyarakat yang mencoba mendaki Gunung Marapi selama masa status waspada ini.
Status Gunung Marapi dan Langkah Antisipasi
Dengan status Gunung Marapi yang masih berada pada level II (Waspada), penting bagi semua pihak untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi terkini dari PVMBG. Penutupan jalur pendakian merupakan langkah antisipatif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kerja sama antara BKSDA, Pemerintah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, serta PVMBG sangat krusial dalam penanganan situasi ini.
Masyarakat di sekitar Gunung Marapi diharapkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bahaya erupsi susulan. Penting untuk selalu mengikuti arahan dan informasi resmi dari pihak berwenang untuk memastikan keselamatan.
Informasi lebih lanjut mengenai aktivitas Gunung Marapi dapat diakses melalui situs resmi PVMBG dan saluran komunikasi resmi lainnya. Tetap waspada dan utamakan keselamatan.