Idul Fitri 1446 H: Momentum Rekonsiliasi Bangun Papua Barat Daya
Wakil Gubernur Papua Barat Daya mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum rekonsiliasi dan kebersamaan dalam membangun provinsi tersebut.

Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menyatakan bahwa Idul Fitri 1446 Hijriah menjadi momentum penting untuk merekonsiliasi hubungan sosial pasca Pilkada 2024. Hal ini disampaikannya usai melaksanakan Shalat Id di Halaman Kantor Wali Kota Sorong pada Senin, 31 Maret 2025. Menurut Wagub, momentum ini sangat krusial untuk membangun Provinsi Papua Barat Daya yang baru dibentuk.
Nausrau menjelaskan bahwa pesta demokrasi, seperti Pilkada, selalu diiringi dinamika dan perbedaan pilihan politik. Namun, bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang baru saja dilalui, memberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan antar masyarakat. "Tapi kita patut bersyukur bahwa saat ini kita berada dalam momentum Ramadhan, kita telah melaksanakan rangkaian ibadah puasa selama sebulan dan diakhiri dengan Shalat Idul Fitri" jelasnya.
Ia menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam membangun Papua Barat Daya. Rangkaian ibadah selama Ramadhan, menurutnya, telah meningkatkan ketaqwaan dan kesolehan individu maupun sosial. Hal ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk membangun hubungan yang lebih harmonis di tengah masyarakat.
Momentum Saling Memaafkan dan Bersatu
Wagub Nausrau mengajak seluruh masyarakat Papua Barat Daya untuk saling memaafkan dan melupakan perbedaan pilihan politik selama Pilkada. "Melalui momentum Ramadhan itu kita diajarkan untuk saling memaafkan satu dengan yang lainnya. Jadi Idul Fitri kali ini adalah momen dimana kita saling memaafkan, saling berkunjung," ucapnya. Ia berharap, dengan saling memaafkan, sekat-sekat perbedaan yang muncul selama Pilkada dapat dihilangkan.
Lebih lanjut, Wagub menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan kebersamaan untuk pembangunan Papua Barat Daya. "Kita lupakan semua yang sudah berlalu, mari kita kuatkan persaudaraan, jaga kebersamaan untuk pembangunan Papua Barat Daya yang lebih maju ke depan," harapnya. Ajakan ini ditujukan untuk menciptakan iklim kondusif dalam pembangunan daerah.
Nausrau juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada pemimpin definitif yang telah terpilih. Dukungan ini dianggap penting untuk memastikan pembangunan Papua Barat Daya berjalan dengan lancar dan terarah. Hal ini mencakup dukungan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, serta Bupati dan Wali Kota di seluruh wilayah provinsi.
Apresiasi atas Keamanan dan Ketertiban
Wagub Nausrau menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Papua Barat Daya atas partisipasi dan dukungannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian Idul Fitri 1446 H. "Ini tentunya terjadi oleh karena kebersamaan dari seluruh masyarakat Papua Barat Daya," ucapnya. Keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban ini dinilai sebagai kontribusi penting bagi kesuksesan perayaan Idul Fitri.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi keamanan dan ketertiban yang kondusif, bukan hanya selama Idul Fitri, tetapi juga untuk pembangunan Papua Barat Daya yang berkelanjutan. Kerukunan dan persatuan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencapai kemajuan dan kesejahteraan daerah.
Dengan berakhirnya rangkaian Idul Fitri, Wagub berharap momentum rekonsiliasi ini dapat terus berlanjut dan menjadi dasar bagi pembangunan Papua Barat Daya yang lebih maju dan sejahtera. Kerja sama dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan di provinsi termuda ini.
Keberhasilan penyelenggaraan Idul Fitri 1446 H dengan aman dan kondusif menjadi bukti nyata dari komitmen masyarakat Papua Barat Daya untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Hal ini diharapkan dapat menjadi modal utama dalam membangun Papua Barat Daya yang lebih baik di masa depan.