InJourney Pastikan Kesiapan 37 Bandara Hadapi Arus Balik Lebaran
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan kesiapan 37 bandara di Indonesia untuk menghadapi arus balik Lebaran, dengan fokus pada kelancaran akses kendaraan, proses check-in, penanganan bagasi, dan ketersediaan transportasi umum.

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan kesiapan seluruh fasilitas layanan di 37 bandara yang dikelolanya untuk menghadapi arus balik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, menyatakan kesiapan tersebut dalam keterangan tertulis di Tangerang, Rabu (2/4). Persiapan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari akses kendaraan hingga ketersediaan transportasi umum di area kedatangan penumpang.
Setelah suksesnya penyelenggaraan arus mudik Lebaran, InJourney Airports kini fokus pada kelancaran arus balik. Pihaknya memastikan seluruh proses di bandara berjalan dengan baik, baik di area keberangkatan maupun kedatangan. Hal ini penting untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para pemudik yang kembali ke kota asal mereka setelah merayakan Lebaran bersama keluarga.
"Setelah arus mudik yang berjalan lancar, kini InJourney Airports memasuki periode arus balik. Kami memastikan kesiapan di setiap titik layanan baik di area keberangkatan maupun kedatangan agar seluruh proses di bandara berjalan baik," ujar Faik Fahmi.
Kesiapan Layanan di Area Keberangkatan
InJourney Airports telah melakukan berbagai persiapan di area keberangkatan. Fokus utama adalah memastikan kelancaran akses kendaraan menuju terminal. Di beberapa bandara, peningkatan fasilitas telah dilakukan, seperti di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang menambah lajur jalan, akses gedung parkir, menata ulang infrastruktur gerbang tol, dan melebarkan akses jalan di jalur gerbang tol untuk keluar-masuk bandara. "Lalu lintas kendaraan di dalam bandara termasuk akses menuju terminal sangat penting," tambah Fahmi.
Selain akses kendaraan, kelancaran proses check-in juga menjadi prioritas. Seluruh infrastruktur dan fasilitas pendukung check-in dipastikan siap, termasuk sistem informasi, mesin self check-in, dan mesin self bagasi drop. InJourney Airports memastikan seluruh sistem berfungsi optimal untuk mempercepat proses check-in dan meminimalisir antrean panjang.
InJourney Airports juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan. Kerja sama yang baik dengan maskapai penerbangan dan ground handling sangat penting untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar dan efisien.
Kesiapan Layanan di Area Kedatangan
Di area kedatangan, InJourney Airports telah merencanakan alur kedatangan yang baik, mulai dari lokasi penempatan pesawat hingga penumpang meninggalkan bandara. Penanganan bagasi menjadi fokus utama, dengan koordinasi yang intensif dengan maskapai dan pihak ground handling untuk memastikan bagasi sampai ke penumpang tepat waktu dan sesuai standar pelayanan.
"Penanganan bagasi menjadi titik penting pada arus balik. InJourney Airports sebagai operator bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan pihak ground handling untuk memastikan bagasi harus sesuai standar pelayanan termasuk standar waktu pengantaran dari pesawat hingga ke baggage claim area di terminal untuk bagasi itu diambil penumpang pesawat," jelas Fahmi.
Ketersediaan transportasi umum juga menjadi perhatian penting. InJourney Airports berkoordinasi dengan operator transportasi darat seperti taksi, taksi online, bus, shuttle, dan kereta api untuk memastikan ketersediaan armada yang mencukupi. Di Bandara Soekarno-Hatta, misalnya, telah dilakukan peningkatan layanan moda transportasi darat, termasuk penyediaan kode QR untuk pemesanan tiket bus Damri dan penambahan informasi jadwal kereta bandara di terminal.
InJourney Airports berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang selama arus balik Lebaran. Koordinasi yang baik dengan berbagai pihak terkait dan persiapan yang matang diharapkan dapat memastikan kelancaran arus balik dan kenyamanan bagi seluruh pemudik.