InJourney: Terminal 1B Soetta Beroperasi untuk Jaga Keseimbangan Trafik Penumpang Mudik Lebaran
Pengoperasian Terminal 1B Bandara Soetta oleh InJourney Airports bertujuan untuk mengurai kepadatan penumpang selama periode mudik Lebaran 2025 dan menjaga keseimbangan trafik, dengan proyeksi peningkatan 9 persen dibandingkan tahun lalu.

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengoperasikan kembali Terminal 1B Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, untuk mengelola peningkatan trafik penumpang selama periode mudik Lebaran 1446 H/2025. Pengoperasian ini dimulai pada 15 Maret 2025, melayani penerbangan Citilink, sementara Terminal 2F difungsikan untuk keberangkatan jemaah umrah. Langkah ini merupakan bagian dari strategi manajemen trafik di Bandara Soetta untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk mengatasi kepadatan penumpang, terutama di Terminal 3 yang melayani maskapai seperti Citilink dan Garuda Indonesia. Beliau menyatakan, "Seperti kita ketahui bersama bahwa pengoperasian Terminal 1B pada 15 Maret 2025 untuk penerbangan Citilink, dan kemudian Terminal 2F digunakan untuk umrah. Kebijakan ini dilakukan sebagai salah satu trafik manajemen di Bandara Soetta." Pembukaan kembali Terminal 1B diharapkan dapat mengurangi kepadatan dan meningkatkan efisiensi layanan selama periode puncak arus mudik.
Proyeksi pergerakan penumpang di 37 bandara di bawah pengelolaan AP Indonesia selama periode mudik Lebaran 2025 mencapai 10,8 juta orang, meningkat 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelum pandemi COVID-19. InJourney Airports berkomitmen untuk memastikan kesiapan operasional di seluruh bandara, termasuk penyiapan terminal layanan penerbangan, guna memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang. Hal ini juga mempertimbangkan dampak signifikan dari lonjakan jemaah umrah, yang mencapai sekitar 10 ribu orang per hari di Bandara Soetta.
Manajemen Trafik di Bandara Soetta
InJourney Airports menerapkan strategi manajemen trafik yang komprehensif untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama musim mudik Lebaran. Pengoperasian kembali Terminal 1B merupakan salah satu langkah penting dalam strategi tersebut. Dengan menyebarkan lalu lintas penumpang ke beberapa terminal, diharapkan kepadatan di terminal utama dapat dikurangi secara signifikan. Hal ini akan meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi para penumpang.
Selain pengoperasian Terminal 1B, InJourney Airports juga melakukan berbagai upaya lain untuk memastikan kelancaran operasional bandara selama periode mudik. Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas layanan, optimasi alur penumpang, dan peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh penumpang.
Keputusan untuk membuka kembali Terminal 1B dan mengoptimalkan penggunaan Terminal 2F menunjukkan komitmen InJourney Airports dalam menyediakan infrastruktur dan layanan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang terus meningkat. Langkah ini juga mencerminkan kesiapan bandara dalam menghadapi tantangan operasional selama periode puncak arus mudik Lebaran.
Antisipasi Lonjakan Penumpang Umrah
Lonjakan jumlah jemaah umrah juga menjadi pertimbangan penting dalam strategi manajemen trafik Bandara Soetta. Dengan rata-rata 10.000 jemaah umrah per hari, penggunaan Terminal 2F secara khusus untuk keberangkatan jemaah umrah membantu memisahkan arus penumpang dan mengurangi potensi kepadatan di terminal lain. Ini merupakan bagian integral dari strategi untuk mengoptimalkan kapasitas bandara dan memastikan kelancaran operasional.
Strategi ini juga mempertimbangkan potensi penumpukan penumpang di area keberangkatan dan kedatangan. Dengan mengelola arus penumpang umrah secara terpisah, diharapkan dapat mengurangi potensi penumpukan dan antrean panjang yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang lainnya. InJourney Airports terus memantau situasi dan melakukan penyesuaian jika diperlukan untuk memastikan kelancaran operasional bandara.
Penggunaan Terminal 2F untuk jemaah umrah juga menunjukkan upaya InJourney Airports untuk memberikan pelayanan yang lebih spesifik dan terarah kepada kelompok penumpang tertentu. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien bagi semua penumpang, termasuk jemaah umrah.
Dengan adanya peningkatan jumlah penumpang yang signifikan baik dari penumpang domestik maupun jemaah umrah, InJourney Airports berupaya untuk memastikan seluruh operasional pendukung termasuk pengoperasian terminal layanan penerbangan disiapkan dan siaga untuk melayani para calon penumpang. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik dan memastikan kelancaran operasional bandara selama periode puncak arus mudik Lebaran.
Secara keseluruhan, strategi manajemen trafik yang diterapkan oleh InJourney Airports di Bandara Soetta menunjukkan upaya proaktif dalam mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran dan memastikan kelancaran operasional bandara. Pengoperasian Terminal 1B dan alokasi khusus Terminal 2F untuk jemaah umrah merupakan bagian penting dari strategi tersebut, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien bagi seluruh penumpang.