KAI Sumut Angkut 53 Ribu Pemudik Selama Lebaran 2025, Stasiun Medan Tersibuk
PT KAI Divre I Sumut mencatat lonjakan penumpang kereta api selama periode mudik Lebaran 2025, dengan Stasiun Medan menjadi stasiun tersibuk.

Medan, 28 Maret 2025 - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara (Sumut) berhasil melayani lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran 2025. Sebanyak 53.327 penumpang tercatat berangkat menggunakan kereta api dari berbagai stasiun di Sumut menuju tujuan masing-masing antara tanggal 21 hingga 27 Maret 2025. Keberhasilan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama saat mudik.
Manajer Humas KAI Divre I Sumut, M. As'ad Habibuddin, menjelaskan rincian jumlah penumpang tersebut. KA Putri Deli relasi Medan-Tanjung Balai PP mengangkut 25.814 penumpang, KA Sribilah Utama relasi Medan-Rantau Prapat PP sebanyak 16.525 penumpang, KA Siantar Ekspres relasi Medan-Siantar PP sebanyak 10.155 penumpang, dan KA Datuk Belambangan relasi Tebing Tinggi-Lalang PP sebanyak 833 penumpang. Data ini menunjukkan distribusi penumpang yang merata di beberapa jalur kereta api di Sumut.
Lonjakan penumpang ini juga berdampak pada tingkat kesibukan di berbagai stasiun. Stasiun Medan menjadi stasiun tersibuk dengan total 24.243 penumpang berangkat. Disusul Stasiun Kisaran dengan 4.886 penumpang dan Stasiun Rantau Prapat dengan 3.922 penumpang. Sementara itu, untuk kedatangan penumpang, Stasiun Medan mencatat angka tertinggi dengan 16.662 penumpang, diikuti Stasiun Rantau Prapat (6.921 penumpang) dan Stasiun Kisaran (6.300 penumpang).
Stasiun Medan sebagai Pusat Keberangkatan dan Kedatangan
Tingginya angka penumpang yang berangkat dan tiba di Stasiun Medan menunjukkan perannya sebagai pusat transportasi kereta api di Sumatera Utara. Hal ini diperkuat dengan data yang menunjukkan Stasiun Medan sebagai stasiun dengan jumlah penumpang keberangkatan dan kedatangan tertinggi. KAI Divre I Sumut telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Stasiun Medan, termasuk penambahan petugas dan fasilitas pendukung.
KAI Divre I Sumut juga mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menambah kapasitas tempat duduk. Penambahan ini dilakukan melalui berbagai strategi, seperti menambah perjalanan kereta api dan menambah rangkaian kereta api pada perjalanan reguler.
"Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama dalam perjalanan mudik," ujar M. As'ad Habibuddin.
Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Penambahan Kapasitas
Untuk memastikan kelancaran perjalanan mudik, KAI Divre I Sumut telah menyiapkan berbagai strategi. Selama periode libur Lebaran, KAI mengoperasikan 30 perjalanan kereta api penumpang per hari, terdiri dari 28 perjalanan kereta api reguler dan 2 kereta api tambahan. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi lonjakan penumpang yang diprediksi terjadi selama periode tersebut.
Sebagai bentuk antisipasi lonjakan penumpang, KAI Divre I Sumut menambah 61.688 tempat duduk. Penambahan ini dilakukan melalui beberapa cara, yaitu dengan menambah 2 perjalanan KA Sribilah Utama Fakultatif relasi Medan-Rantau Prapat PP setiap hari. Selain itu, penambahan rangkaian juga dilakukan pada beberapa perjalanan KA reguler, seperti KA Sribilah Utama, KA Putri Deli, dan KA Siantar Ekspres.
Dengan penambahan rangkaian tersebut, kapasitas tempat duduk pada KA Sribilah Utama ditambah dengan 1 kereta eksekutif dan 1 kereta bisnis. KA Putri Deli ditambah 1 kereta ekonomi, dan KA Siantar Ekspres juga ditambah 1 kereta ekonomi. Semua upaya ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan para pemudik.
"Sehingga pada masa angkutan Lebaran ini, KAI Divre I Sumut mengoperasikan 30 perjalanan KA penumpang sehari, terdiri dari 28 perjalanan KA reguler dan 2 KA tambahan," pungkas As'ad.
Kesimpulannya, KAI Divre I Sumut berhasil melayani lonjakan penumpang selama mudik Lebaran 2025 dengan baik. Stasiun Medan menjadi pusat keberangkatan dan kedatangan penumpang terbanyak. Berbagai strategi antisipasi lonjakan penumpang telah dilakukan, seperti penambahan perjalanan kereta api dan kapasitas tempat duduk.