Kalbar Terapkan Empat Strategi Tekan Kemiskinan Ekstrem
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menerapkan empat langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan ekstrem, termasuk pemberdayaan ekonomi, penguatan layanan dasar, kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan teknologi informasi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) berupaya keras menekan angka kemiskinan ekstrem dengan menerapkan empat strategi jitu. Langkah-langkah ini meliputi pemberdayaan ekonomi keluarga, penguatan layanan dasar, kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk memastikan transparansi dan efektivitas program bantuan. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi angka kemiskinan ekstrem yang masih mencapai 0,57 persen atau sekitar 1.915 jiwa pada tahun 2024.
Menurut Pelaksana Harian Kepala Balitbang Kalbar, Abdul Haris Fakhmi, penanganan kemiskinan ekstrem membutuhkan strategi tepat sasaran dan inovatif. Pemprov Kalbar fokus pada pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pelatihan keterampilan dan penguatan usaha mikro, serta peningkatan akses permodalan. Hal ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi keluarga miskin.
Selain itu, strategi ini juga mencakup peningkatan akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, air bersih, listrik, dan sanitasi. Kolaborasi dengan sektor swasta, akademisi, dan komunitas lokal juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemanfaatan teknologi informasi diprioritaskan untuk meningkatkan transparansi dan aksesibilitas program bantuan bagi masyarakat.
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga dan Penguatan Layanan Dasar
Pemprov Kalbar menyadari pentingnya pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai kunci utama dalam mengatasi kemiskinan ekstrem. Pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi fokus utama. Pemerintah juga berupaya meningkatkan akses permodalan bagi keluarga miskin melalui berbagai program bantuan keuangan.
Di sisi lain, peningkatan layanan dasar juga menjadi perhatian serius. Pemprov Kalbar berkomitmen untuk meningkatkan akses terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan berkualitas, air bersih, listrik, dan sanitasi yang layak. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin ekstrem.
Tidak hanya itu, pemerintah juga mendorong partisipasi aktif sektor swasta, akademisi, dan komunitas lokal dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Pemanfaatan Teknologi Informasi
Salah satu kunci keberhasilan program ini adalah kolaborasi yang kuat antar berbagai sektor. Pemprov Kalbar menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan sektor swasta. Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya dan memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Pemanfaatan teknologi informasi juga menjadi bagian penting dalam strategi ini. Sistem data yang terintegrasi dan transparan akan memastikan program bantuan dapat diakses dengan mudah dan akuntabel. Hal ini juga akan membantu dalam memantau perkembangan program dan melakukan evaluasi secara berkala.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam pengelolaan program bantuan. Pemprov Kalbar berkomitmen untuk memastikan bahwa bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan dan digunakan secara efektif.
Tantangan Geografis dan Intervensi Berbasis Potensi Lokal
Tim peneliti dari LPPM Untan Pontianak menyoroti tantangan geografis Kalbar yang beragam, mulai dari wilayah pesisir hingga pedalaman terpencil. Kondisi geografis ini mempengaruhi aksesibilitas layanan dasar dan menjadi salah satu penyebab kemiskinan ekstrem di beberapa daerah.
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan distribusi masyarakat miskin ekstrem, menganalisis efektivitas program perlindungan sosial yang ada, serta mengembangkan model intervensi yang berbasis potensi lokal. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih tepat dan efektif.
Dengan mengoptimalkan potensi lokal, diharapkan program penanggulangan kemiskinan ekstrem dapat lebih berkelanjutan dan mampu memberdayakan masyarakat setempat.
Pemprov Kalbar menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Kalbar dapat ditekan hingga 0% dalam waktu dekat. Target lainnya meliputi peningkatan pendapatan masyarakat miskin sebesar 30%, peningkatan akses air bersih dan sanitasi hingga 80 persen, serta peningkatan penyelesaian pendidikan dasar mencapai 90 persen. Evaluasi tahunan akan dilakukan untuk mengoptimalkan strategi intervensi. Dengan langkah-langkah strategis ini, Kalbar berharap dapat menjadi salah satu daerah yang berhasil mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem secara nasional.