Kemensos Salurkan Bantuan Atensi Rp400 Ribu untuk 321 Yatim Piatu di Luwu Timur
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan Atensi senilai Rp400.000 per tahap kepada 321 anak yatim piatu di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, guna mendukung tumbuh kembang mereka.

Makassar, 27 Maret 2025 - Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak telah menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) kepada 321 anak yatim piatu di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Bantuan ini diberikan untuk mendukung pemenuhan hidup layak bagi anak-anak yatim piatu agar mereka dapat tumbuh kembang secara optimal. Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap nasib anak-anak yang kurang beruntung.
Penyaluran bantuan Atensi ini dilakukan melalui Bank Mandiri di beberapa cabang, yaitu Malili, Sorowako, dan Mangkutana. Proses penyaluran dilakukan secara non-tunai, dengan kriteria penerima yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Kemensos terhadap anak-anak yatim piatu di wilayahnya. "Semoga bantuan ini dapat memberi manfaat kepada seluruh anak yatim piatu agar bisa tetap tumbuh dan berkembang secara maksimal," ujarnya.
Pendamping Pelaksana Program Atensi, Arbin, menjelaskan lebih lanjut mengenai teknis penyaluran bantuan. Ia menyebutkan bahwa bantuan ini akan disalurkan dalam enam tahap selama satu tahun, dengan frekuensi penyaluran setiap dua bulan sekali. Setiap anak yatim piatu akan menerima bantuan non-tunai sebesar empat ratus ribu rupiah per tahapnya. Arbin juga berharap agar anak yatim piatu yang belum terjangkau dapat menerima bantuan yang sama pada tahap penyaluran berikutnya.
Bantuan Atensi untuk Masa Depan Cerah Anak Yatim Piatu
Program Atensi Kemensos ini dirancang untuk memberikan dukungan finansial bagi anak-anak yatim piatu agar mereka dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Bantuan ini diharapkan dapat membantu mereka dalam mengakses pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lainnya yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan anak-anak yatim piatu di Luwu Timur dapat memiliki masa depan yang lebih cerah.
Proses penyaluran bantuan Atensi ini dilakukan dengan terencana dan terstruktur. Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sampai kepada penerima manfaat yang berhak. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi dan memberdayakan anak-anak yatim piatu di Indonesia.
Selain bantuan finansial, Kemensos juga memberikan pendampingan dan pembinaan kepada anak-anak yatim piatu agar mereka dapat mengembangkan potensi diri dan mandiri di masa depan. Pendampingan ini mencakup berbagai aspek, seperti pendidikan, keterampilan, dan kesehatan mental. Dengan adanya dukungan yang komprehensif ini, diharapkan anak-anak yatim piatu dapat tumbuh menjadi individu yang produktif dan berdaya saing.
Kriteria Penerima dan Tahapan Penyaluran Bantuan
Penerima bantuan Atensi adalah anak-anak yatim piatu yang telah terdaftar dalam DTKS. Proses pendataan dan verifikasi dilakukan secara ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Hal ini penting untuk menghindari penyalahgunaan dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan.
Bantuan Atensi disalurkan dalam enam tahap selama satu tahun, dengan frekuensi penyaluran setiap dua bulan sekali. Setiap tahap penyaluran, setiap anak yatim piatu akan menerima bantuan non-tunai sebesar Rp400.000. Penyaluran dilakukan melalui Bank Mandiri di beberapa cabang di Luwu Timur untuk memudahkan akses bagi para penerima manfaat.
Kemensos berharap program Atensi ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan anak-anak yatim piatu di Luwu Timur. Bantuan ini diharapkan dapat membantu mereka untuk tumbuh kembang secara optimal dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan adanya program Atensi ini, diharapkan anak-anak yatim piatu di Luwu Timur dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya untuk meraih cita-cita dan masa depan yang cerah. Program ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi dan memberdayakan anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang kurang beruntung.