Kukar Prioritaskan Penanganan Stunting di Anggaran 2025
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memprioritaskan intervensi stunting dalam anggaran 2025, melanjutkan komitmen penurunan angka stunting yang signifikan dari 27,1 persen di 2022 menjadi 14,6 persen di 2024, sekaligus fokus pada kemiskinan da

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) konsisten menjadikan intervensi stunting sebagai prioritas utama dalam penggunaan anggaran tahun 2025. Komitmen ini didorong oleh visi untuk menciptakan generasi penerus yang sehat dan memiliki daya saing tinggi di masa depan. Penurunan angka stunting yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti nyata keberhasilan strategi yang diterapkan.
Sukses Penurunan Angka Stunting
Keberhasilan Kukar dalam menekan angka stunting patut diapresiasi. Data menunjukkan prevalensi stunting turun drastis dari 27,1 persen pada tahun 2022 menjadi 17,6 persen di tahun 2023, dan selanjutnya turun lagi menjadi 14,6 persen pada tahun 2024. Pencapaian ini menunjukkan efektivitas program intervensi yang telah dijalankan oleh Pemkab Kukar.
Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pihak terkait dalam upaya penurunan angka stunting. "Semua sepakat bahwa stunting merupakan masalah yang harus diatasi bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," ujar Sunggono dalam sebuah pernyataan di Tenggarong, Sabtu (15/2). Ia menambahkan bahwa semua pihak harus menguatkan sinergi dan kolaborasi untuk mencapai target tersebut.
Strategi Terpadu Penanganan Stunting
Penanganan stunting di Kukar dilakukan secara terpadu dan komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir. Hal ini mencakup berbagai aspek, termasuk upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, dan edukasi bagi keluarga tentang pentingnya gizi seimbang. Fokus utama diarahkan pada peningkatan asupan gizi bagi anak-anak.
Sunggono menjelaskan bahwa pendekatan holistik ini sangat penting untuk memastikan keberhasilan program. "Penanganan stunting harus fokus mulai hulu hingga hilir," tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar sektor untuk memastikan efektivitas program.
Fokus pada Sektor Prioritas
Selain stunting, Pemkab Kukar juga memprioritaskan beberapa sektor lain dalam penggunaan anggaran tahun 2025. Sektor-sektor tersebut antara lain pengentasan kemiskinan dan pengembangan usaha masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kedua sektor ini dianggap krusial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sebuah evaluasi perencanaan dan penganggaran sektoral, Sunggono menekankan pentingnya fokus pada lima sektor prioritas: stunting, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Ia menyoroti pentingnya sinkronisasi anggaran antar sub-kegiatan untuk memastikan efektivitas penggunaan dana.
Evaluasi dan Perencanaan yang Efektif
Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Sektoral Daerah di Kukar bukan hanya sekadar proses administratif. Proses ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemkab Kukar menekankan pentingnya tindak lanjut yang serius terhadap hasil evaluasi.
Sunggono meminta seluruh jajaran Pemkab Kukar untuk segera menyampaikan anggaran yang final dan pasti. Hal ini bertujuan untuk menghindari hambatan dalam pelaksanaan program kerja tahun 2025. "Kecepatan dan ketepatan dalam memastikan anggaran yang sudah sinkron sangat penting," tandasnya. Ketepatan perencanaan dan penganggaran menjadi kunci keberhasilan program pembangunan.
Kesimpulan
Komitmen Kukar dalam menangani stunting patut diapresiasi. Dengan strategi terpadu dan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah, Kukar terus berupaya untuk menciptakan generasi penerus yang sehat dan berkualitas. Prioritas anggaran tahun 2025 yang fokus pada stunting, kemiskinan, dan UMKM menunjukkan komitmen Kukar untuk pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.