KUR di Riau Capai Rp9,76 Triliun Sepanjang 2024: Dorong UMKM Naik Kelas
Pemerintah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp9,76 triliun di Riau sepanjang 2024, menjangkau 119.749 debitur dan mendorong pertumbuhan UMKM di berbagai sektor.

Kucuran Dana KUR di Riau Tembus Triliunan Rupiah
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp9,76 triliun di Provinsi Riau sepanjang tahun 2024. Angka ini fantastis dan menjangkau hingga 119.749 debitur UMKM. Kucuran dana tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan meningkatkan daya saing UMKM Riau di kancah nasional.
KUR: Suntikan Modal bagi UMKM Riau
Program KUR merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dana KUR ini ditujukan untuk pembiayaan modal kerja dan investasi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM. Penyaluran KUR di Riau dilakukan melalui berbagai lembaga keuangan, termasuk bank pemerintah, bank swasta, dan koperasi, memastikan aksesibilitas yang luas bagi para pelaku usaha.
Sektor Penerima KUR dan Distribusi Dana
Berbagai sektor usaha di Riau merasakan manfaat KUR, mulai dari pertanian dan perikanan hingga industri pengolahan, perdagangan, dan jasa. Bahkan, calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan pekerja magang pun mendapatkan akses pembiayaan melalui program ini. Distribusi dana KUR di Riau sendiri cukup merata, dengan Kabupaten Kampar menerima kucuran dana terbesar, yakni Rp1,41 triliun. Menariknya, Kabupaten Rokan Hulu mencatatkan rata-rata pinjaman tertinggi, mencapai Rp101,17 juta per debitur.
Tren Penyaluran KUR Sepanjang 2024
Meskipun mengalami pertumbuhan positif sebesar 10,65 persen (yoy), rata-rata penyaluran KUR di Riau sepanjang 2024 mengalami penurunan sebesar 0,88 persen (yoy) menjadi Rp81,53 juta per debitur. Penurunan ini terjadi terutama pada bulan Desember 2024, di mana realisasi penyaluran hanya mencapai Rp430,21 miliar untuk 5.795 debitur. Penurunan tersebut diakibatkan oleh penurunan plafon KUR.
Kredit Ultra Mikro (UMi) sebagai Pendukung KUR
Selain KUR, pemerintah juga menyalurkan Kredit Ultra Mikro (UMi) di Riau. Hingga Desember 2024, total penyaluran UMi mencapai Rp278,09 miliar kepada 46.957 debitur, meningkat 9,05 persen (yoy). Meskipun jumlah debitur mengalami penurunan, rata-rata penyaluran UMi justru naik 15,77 persen (yoy) menjadi Rp5,92 juta per debitur. Kabupaten Kampar kembali menjadi daerah dengan penyaluran UMi tertinggi, sementara Kabupaten Rokan Hulu mencatatkan rata-rata penyaluran tertinggi per debitur.
Kesimpulan: Pentingnya KUR bagi Perekonomian Riau
Penyaluran KUR dan UMi di Riau menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai sektor, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja baru. Ke depannya, diharapkan program ini terus ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan UMKM di Riau agar dapat memberikan dampak yang lebih besar lagi.