Lapas Lombok Barat Fasilitasi Warga Binaan Hindu Rayakan Nyepi
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lombok Barat menyiapkan fasilitas khusus bagi 150 warga binaan Hindu untuk merayakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 pada 29 Maret 2024.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), memastikan kesiapannya dalam memfasilitasi warga binaan yang beragama Hindu untuk merayakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947. Perayaan Nyepi akan jatuh pada hari Sabtu, 29 Maret 2024. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, pada Rabu, 26 Maret 2024 di Lombok Barat.
Pihak Lapas telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung pelaksanaan ibadah Nyepi bagi warga binaan. Fasilitas ini berupa ruangan khusus yang disediakan bagi warga binaan Hindu untuk melaksanakan rangkaian ibadah Nyepi dengan khusyuk dan tenang. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas Lombok Barat dalam menghormati dan memfasilitasi pelaksanaan ibadah bagi seluruh warga binaan, tanpa terkecuali.
Persiapan ini telah dilakukan secara rutin setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan konsistensi Lapas Lombok Barat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga binaan, termasuk dalam hal pemenuhan hak-hak keagamaan mereka. Dengan adanya fasilitas khusus ini, diharapkan warga binaan dapat menjalankan ibadah Nyepi dengan khidmat dan damai.
Fasilitas Khusus untuk Ibadah Nyepi
Menurut Kepala Lapas, M. Fadli, "Polanya, pas Nyepi nanti, kami satukan semua warga binaan yang beragama Hindu dalam satu blok hunian." Blok hunian tersebut akan disiapkan khusus untuk warga binaan Hindu yang akan merayakan Nyepi. Biasanya, satu blok terdiri dari empat hingga lima kamar. Untuk pelaksanaan Nyepi, kamar-kamar tersebut akan digabung menjadi satu blok khusus agar warga binaan dapat beribadah dengan lebih khidmat dan tanpa gangguan.
Dengan penggabungan kamar tersebut, diharapkan warga binaan dapat berkumpul dan melaksanakan ibadah secara bersama-sama. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan di antara warga binaan yang merayakan Nyepi. Lapas berkomitmen untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi warga binaan selama menjalankan ibadah.
"Empat sampai lima kamar biasanya itu, kami jadikan satu, dalam satu blok khusus. Biar mereka bisa melaksanakan Nyepi dengan khidmat tanpa gangguan," jelas Fadli. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Lapas Lombok Barat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan ibadah bagi seluruh warga binaan.
Lebih lanjut, Fadli menegaskan bahwa fasilitasi ini sudah menjadi rutinitas tahunan Lapas Lombok Barat. "Jadi, ini sudah rutinitas tiap tahun kami di Lapas Lombok Barat. Kami selalu siapkan mereka ruangan khusus untuk melaksanakan ibadah Nyepi," ucapnya.
Jumlah Warga Binaan yang Merayakan Nyepi
Untuk tahun ini, diperkirakan sekitar 150 warga binaan beragama Hindu akan mengikuti perayaan Nyepi di Lapas Lombok Barat. Jumlah tersebut terdiri dari tahanan dan narapidana. "Itu terdiri atas tahanan maupun narapidana. Jumlahnya kurang lebih 150 orang," ungkap Fadli. Angka ini menunjukkan jumlah warga binaan Hindu yang cukup signifikan di Lapas Lombok Barat.
Dengan jumlah tersebut, Lapas Lombok Barat telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Hal ini untuk memastikan bahwa seluruh warga binaan Hindu dapat merayakan Nyepi dengan nyaman dan khusyuk. Lapas juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah Nyepi di lingkungan Lapas.
Lapas Lombok Barat berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga binaan, termasuk dalam hal pemenuhan hak-hak keagamaan. Fasilitas yang diberikan diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi warga binaan selama menjalankan ibadah Nyepi.
Dengan adanya fasilitas dan dukungan dari Lapas Lombok Barat, diharapkan perayaan Nyepi tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan khidmat bagi seluruh warga binaan Hindu. Hal ini menunjukkan komitmen Lapas dalam menghargai keberagaman dan memberikan pelayanan yang setara bagi semua warga binaan.