Lapas Lombok Barat Prioritaskan Layanan Ramah Disabilitas dan Lansia saat Lebaran
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Lombok Barat memberikan pelayanan khusus bagi penyandang disabilitas dan lansia yang mengunjungi keluarga mereka selama Idul Fitri, termasuk menyediakan kursi roda dan pendampingan.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menorehkan prestasi gemilang dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif. Selama periode kunjungan Idul Fitri 1446 Hijriah, yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 31 Maret hingga 2 April 2025, Lapas ini menyediakan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas dan lansia yang ingin mengunjungi keluarga mereka yang menjalani masa tahanan. Hal ini menunjukkan komitmen nyata Lapas Lombok Barat dalam menghormati hak asasi manusia (HAM) dan memberikan pelayanan terbaik bagi semua lapisan masyarakat.
Kepala Lapas Kelas II A Lombok Barat, M. Fadli, mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan alat bantu khusus bagi pengunjung penyandang disabilitas. "Pada momentum kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah selama tiga hari ini, kami menyediakan alat bantu khusus bagi pengunjung disabilitas," kata M. Fadli di Kabupaten Lombok Barat, Rabu. Tidak hanya menyediakan kursi roda, Lapas juga memberikan pendampingan khusus bagi penyandang disabilitas dan lansia selama proses kunjungan, memastikan mereka dapat bertemu dengan keluarga binaan dengan nyaman dan aman.
Langkah ini mencerminkan komitmen Lapas Lombok Barat dalam memberikan pelayanan prima dan memastikan aksesibilitas bagi semua pengunjung. Layanan yang diberikan bukan hanya sebatas akses fisik, tetapi juga mencakup penghormatan terhadap hak dan martabat setiap individu. "Pada intinya kami harus memastikan semua pengunjung, terutama yang memiliki keterbatasan fisik, mendapatkan pelayanan terbaik. Ini bukan hanya soal akses fisik, tetapi juga tentang penghormatan terhadap hak dan martabat mereka," tegas M. Fadli.
Layanan Ramah Disabilitas: Sebuah Komitmen HAM
Pelayanan inklusif yang diberikan Lapas Lombok Barat merupakan wujud nyata dari komitmen mereka terhadap prinsip pelayanan publik berbasis HAM. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Lapas, yang menyatakan bahwa pelayanan manusiawi merupakan hal yang sangat penting bagi seluruh jajarannya. "Kami selalu menegaskan kepada seluruh jajaran akan pentingnya pelayanan yang manusiawi. Karena bagi kami, pelayanan khususnya bagi penyandang disabilitas adalah wujud nyata dari rasa kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi seluruh pegawai," ucapnya.
Dengan menyediakan fasilitas dan pendampingan khusus, Lapas Lombok Barat memastikan bahwa pengunjung dengan keterbatasan fisik dapat merasakan kenyamanan dan kemudahan dalam mengunjungi keluarga mereka. Langkah ini menunjukkan bahwa Lapas tidak hanya fokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan dan hak-hak individu.
Inisiatif ini patut diapresiasi sebagai contoh nyata bagaimana lembaga pemasyarakatan dapat berperan aktif dalam membangun masyarakat yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan. Dengan memberikan pelayanan yang setara dan bermartabat, Lapas Lombok Barat menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Kunjungan Idul Fitri Berjalan Lancar dan Tertib
Selama tiga hari pelaksanaan kunjungan Idul Fitri, Lapas Kelas II A Lombok Barat memastikan bahwa seluruh proses berjalan lancar dan tertib. Jajaran petugas bekerja dengan penuh tanggung jawab, memastikan setiap langkah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Prioritas utama adalah kenyamanan dan keamanan para pengunjung, termasuk penyandang disabilitas dan lansia.
Komitmen Lapas Lombok Barat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada semua pengunjung, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik, patut menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya di Indonesia. Dengan memberikan perhatian khusus pada hak-hak penyandang disabilitas dan lansia, Lapas Lombok Barat telah menunjukkan bahwa pelayanan publik yang inklusif dan bermartabat adalah mungkin dan sangat penting untuk diwujudkan.
Keberhasilan Lapas Lombok Barat dalam memberikan pelayanan yang ramah disabilitas dan lansia selama kunjungan Idul Fitri ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik yang berkualitas dan manusiawi dapat dicapai dengan komitmen dan kerja keras dari seluruh jajaran petugas. Semoga langkah ini dapat menginspirasi lembaga-lembaga lain untuk menerapkan prinsip-prinsip inklusi dan HAM dalam pelayanan publik mereka.
Dengan menyediakan aksesibilitas yang baik dan pelayanan yang humanis, Lapas Lombok Barat telah berhasil menciptakan suasana kunjungan Idul Fitri yang penuh dengan kehangatan dan kebahagiaan, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi keluarga mereka, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik.