Lonjakan Angkutan Kargo Jelang Lebaran 2025 di Aceh: E-commerce Dorong Peningkatan
Angkutan kargo udara di Aceh meningkat drastis menjelang Lebaran 2025, didorong oleh peningkatan belanja online masyarakat Aceh.

Lonjakan signifikan terjadi pada angkutan kargo udara dari Jakarta menuju Banda Aceh menjelang Lebaran Idul Fitri 2025. Data dari Garuda Indonesia menunjukkan peningkatan tajam dari rata-rata 2,0 ton per hari menjadi 3,5 hingga 4,0 ton per hari. Fenomena ini terjadi di tengah meningkatnya tren belanja online di kalangan masyarakat Aceh.
General Manager Garuda Indonesia Wilayah Aceh, Nano Setiawan, menjelaskan bahwa peningkatan ini terutama disebabkan oleh tingginya aktivitas belanja daring oleh masyarakat Aceh. "Peningkatan angkutan kargo di Garuda Indonesia khususnya tidak terlepas dari tingginya masyarakat di Aceh yang berbelanja secara daring," ujar Nano Setiawan dalam keterangannya di Banda Aceh, Rabu.
Bahkan, rata-rata kargo yang diangkut per penerbangan mencapai 4,0 ton. Hal ini menunjukkan betapa signifikannya dampak e-commerce terhadap volume pengiriman barang ke Aceh menjelang hari raya besar tersebut.
Meningkatnya Belanja Online Picu Lonjakan Kargo
Menurut Nano Setiawan, mayoritas barang yang diangkut adalah barang belanjaan masyarakat Aceh melalui platform digital. Kemudahan akses internet dan berbagai platform belanja online turut berkontribusi terhadap peningkatan ini. "Barang yang kita angkut dari Jakarta ke Aceh melalui Bandara Internasional lebih banyak barang-barang yang dibelanja masyarakat Aceh melalui platform digital yang saat ini dapat diakses dengan mudah," jelasnya.
Selain barang belanjaan, Garuda Indonesia juga mengangkut dokumen dan berbagai oleh-oleh Lebaran. Peningkatan ini menunjukkan pergeseran tren konsumsi masyarakat Aceh yang semakin terintegrasi dengan pasar online nasional.
Garuda Indonesia mencatat peningkatan angkutan kargo menjelang Lebaran 2025 ini jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan pengiriman barang yang terkait dengan perayaan Idul Fitri.
Pihak Garuda Indonesia berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya kepada penumpang, tetapi juga kepada masyarakat yang menggunakan jasa pengiriman kargo mereka.
Kesigapan AP I Bandara Sultan Iskandar Muda
Sementara itu, Otoritas Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di bawah naungan Angkasa Pura Indonesia telah mempersiapkan diri menghadapi lonjakan penumpang dan kargo. Sebanyak 207 personel dikerahkan untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah di Provinsi Aceh.
Kesigapan ini menunjukkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia dalam menghadapi peningkatan aktivitas di bandara selama periode mudik Lebaran. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran proses pengiriman barang dan kenyamanan penumpang.
Dengan adanya peningkatan jumlah personel, diharapkan proses pengurusan kargo dan penumpang dapat berjalan lebih efisien dan efektif, sehingga meminimalisir potensi penumpukan dan keterlambatan.
Secara keseluruhan, lonjakan angkutan kargo menjelang Lebaran 2025 di Aceh mencerminkan pertumbuhan ekonomi digital dan perubahan perilaku konsumen. Hal ini juga menunjukkan pentingnya peran maskapai penerbangan dan otoritas bandara dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat.