Luhut Ajak Investor Lokal Bicara Ekonomi: Deregulasi dan Digitalisasi Jadi Kunci
Menanggapi tantangan ekonomi global, Luhut Binsar Pandjaitan mengajak investor lokal berdialog, menekankan deregulasi, digitalisasi, dan program strategis sebagai solusi.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, baru-baru ini menggelar pertemuan dengan investor lokal di Jakarta guna membahas kondisi ekonomi terkini. Pertemuan ini, yang diungkap melalui akun Instagram resmi Luhut, bertujuan untuk mendengarkan langsung tantangan yang dihadapi investor dan menangkap sinyal serta harapan dari lapangan. Luhut menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam merumuskan solusi atas permasalahan ekonomi yang kompleks.
Dalam keterangannya, Luhut mengakui kondisi ekonomi global saat ini penuh tantangan. Volatilitas pasar, ketidakpastian geopolitik, dan fluktuasi harga komoditas telah membuat banyak investor memilih sikap wait and see. Ia juga secara jujur mengakui bahwa daya saing Indonesia sebagai negara berkembang dalam dekade terakhir menghadapi tantangan besar. Hal ini, menurutnya, menjadi sinyal penting untuk memperbaiki ekosistem investasi secara menyeluruh.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Luhut menyampaikan komitmen pemerintah terhadap deregulasi dan penyederhanaan aturan. Pemerintah, katanya, menyadari bahwa birokrasi yang rumit dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penyederhanaan regulasi menjadi kunci dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan menarik bagi investor, baik lokal maupun asing. Selain itu, program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan government technology (govtech) akan terus dimaksimalkan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pemerintahan.
Deregulasi dan Digitalisasi: Pilar Penguatan Ekonomi Indonesia
Luhut menekankan pentingnya deregulasi sebagai langkah prioritas untuk memperbaiki iklim usaha di Indonesia. Birokrasi yang tidak efisien, menurutnya, tidak boleh menjadi penghambat bagi masyarakat yang ingin berusaha dan berkontribusi pada perekonomian nasional. Deregulasi, dalam konteks ini, diartikan sebagai upaya untuk menyederhanakan aturan dan prosedur yang berbelit-belit, sehingga memudahkan para pelaku usaha untuk menjalankan bisnis mereka.
Selain deregulasi, digitalisasi juga menjadi fokus utama pemerintah. Pemerintah berencana untuk mengembangkan infrastruktur digital publik guna mendukung digitalisasi pemerintahan. Program Perlindungan Sosial menjadi prioritas utama dalam pengembangan infrastruktur digital ini, ditargetkan rampung pada 17 Agustus 2025. Digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan pemerintahan dan pelayanan publik.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mendapat sorotan. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan. Lebih lanjut, MBG juga memperkuat ekosistem petani, peternak, dan UMKM lokal melalui pemanfaatan bahan baku dalam negeri. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Masukan Investor, Jembatan Menuju Ekonomi yang Lebih Kuat
Semua masukan yang diterima dari para investor akan disampaikan kepada Presiden. Luhut menegaskan pentingnya komunikasi yang tulus dan terbuka antara pemerintah dan pelaku pasar. Menurutnya, kebijakan yang baik saja tidak cukup, tetapi harus diiringi dengan keterbukaan untuk menerima masukan dan kritik dari berbagai pihak. Dengan demikian, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan efektif.
Dengan regulasi yang lebih sederhana, kebijakan yang tepat sasaran, serta sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku pasar, Luhut optimis Indonesia dapat mengatasi tantangan ekonomi dan memperkuat daya saingnya di kancah global. Ia meyakini bahwa melalui kolaborasi dan komunikasi yang efektif, perekonomian Indonesia dapat tumbuh lebih kuat dan kompetitif.
Sebelumnya, Luhut juga telah menyampaikan bahwa DEN mendorong berbagai program strategis untuk transformasi ekonomi, termasuk deregulasi, digitalisasi, dan program-program prioritas lainnya. Semua upaya ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan usaha di Indonesia.
Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan partisipasi aktif dari para pelaku pasar, Indonesia diharapkan dapat mencapai kemajuan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.