Mendagri Minta Daerah Inflasi Tinggi Terapkan Pengendalian Harga
Menteri Dalam Negeri meminta pemerintah daerah dengan inflasi tinggi, seperti Papua Pegunungan, Bali, dan Aceh, untuk segera melakukan langkah pengendalian harga guna menekan angka inflasi.

Inflasi Tinggi di Beberapa Daerah Memicu Seruan Pemerintah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, telah meminta pemerintah daerah dengan angka inflasi yang masih tinggi untuk segera menerapkan langkah-langkah pengendalian. Permintaan ini disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (20/1).
Beberapa provinsi yang disebut memiliki inflasi tinggi antara lain Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat, Bali, Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Banten, dan Papua Selatan. Meskipun hanya Papua Pegunungan yang berada di atas target 3,5 persen, Mendagri menekankan pentingnya perhatian terhadap semua daerah dengan inflasi tinggi.
Daerah dan Kota dengan Inflasi Tertinggi
Tidak hanya di tingkat provinsi, sejumlah kabupaten dan kota juga tercatat memiliki inflasi tinggi. Kabupaten Jayawijaya, Mimika, Sorong Selatan, Labuhanbatu, Meulaboh, Tanah Laut, Banggai, Berau, Sikka, dan Indragiri Hilir menjadi contohnya. Sementara itu, kota-kota dengan inflasi tertinggi meliputi Gunungsitoli, Sibolga, Pematangsiantar, Lhokseumawe, Denpasar, Sukabumi, Padangsidimpuan, Dumai, Serang, dan Bima.
Langkah Strategis Penanganan Inflasi
Meskipun tidak semua daerah memiliki inflasi di atas target nasional, kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah daerah didesak untuk mengidentifikasi penyebab inflasi tinggi, misalnya karena kelangkaan pasokan atau gangguan distribusi komoditas. Mendagri juga mendorong gerakan penanaman untuk meningkatkan pusat-pusat produksi komoditas dalam negeri.
Peningkatan Produksi Komoditas Penting
Langkah ini dipicu oleh kenaikan harga beberapa komoditas, seperti cabai merah dan rawit. Hal serupa juga berlaku untuk bawang merah, yang pasokannya masih bergantung pada pusat produksi tertentu seperti Brebes, Jawa Tengah. Mendagri menekankan potensi daerah lain untuk turut memproduksi komoditas tersebut guna menekan inflasi.
Kesimpulan
Mendagri menyerukan langkah cepat dan tepat untuk mengendalikan inflasi di daerah-daerah yang terdampak. Identifikasi penyebab inflasi, peningkatan produksi komoditas lokal, dan perbaikan distribusi menjadi kunci penanganan masalah ini. Koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat menekan angka inflasi dan menstabilkan harga barang kebutuhan pokok.