Menteri PKP Laporkan Keluhan Korban Meikarta dan Dugaan Kecurangan Pembangunan Rumah Eks Pejuang Timor-Timur kepada Presiden Prabowo
Menteri PKP, Maruarar Sirait, melaporkan keluhan korban Meikarta dan dugaan kecurangan pembangunan rumah eks pejuang Timor-Timur kepada Presiden Prabowo, mendesak penyelesaian dan penegakan hukum.

Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, telah melaporkan dua permasalahan serius kepada Presiden RI Joko Widodo. Pertama, keluhan dari banyak korban proyek Meikarta yang hingga kini belum mendapatkan penyelesaian yang adil. Kedua, dugaan kecurangan dalam pembangunan 2.100 rumah bagi para eks pejuang Timor-Timur di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Ara kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, Ara menekankan pentingnya penyelesaian masalah Meikarta dan ditegaskannya bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan tindakannya. "Saya sudah sampaikan pengaduan paling banyak soal Meikarta, dan minta dituntaskan soal Meikarta, dan harus bertanggung jawab," ujar Ara.
Selain masalah Meikarta, Menteri Ara juga menyampaikan keprihatinannya atas dugaan kecurangan dalam pembangunan rumah bagi para eks pejuang Timor-Timur. Beliau menyoroti ketidaksesuaian pembangunan tersebut dengan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Ara menambahkan, "Saya sudah laporkan soal rumah bagi eks pejuang Timor-Timur ini kepada Presiden RI karena tentu Pak Presiden RI Prabowo Subianto pernah berjuang untuk Merah Putih di sana dan sangat concern soal ini."
Kasus Meikarta: Desakan Penyelesaian dan Pemanggilan John Riady
Kasus Meikarta menjadi sorotan utama dalam laporan Menteri Ara. Banyak konsumen yang mengeluhkan ketidakjelasan dan lambatnya penyelesaian masalah yang mereka hadapi. Mereka telah membayar cicilan KPR selama bertahun-tahun, namun unit hunian yang dijanjikan belum juga terwujud. Kondisi ini telah menimbulkan kerugian besar bagi para konsumen.
Sebagai tindak lanjut, Menteri Ara berencana memanggil Direktur Lippo Group, John Riady, pada pekan depan untuk membahas penyelesaian masalah Meikarta. Pemanggilan ini akan dilakukan setelah Menteri Ara kembali dari Qatar, usai mendampingi Presiden dalam kunjungan ke Timur Tengah. Pertemuan tersebut direncanakan bersifat terbuka dan akan diliput oleh wartawan.
Kementerian PKP juga telah menginisiasi pertemuan antara konsumen Meikarta dan pengembang. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan penyelesaian masalah ganti rugi bagi para korban proyek apartemen Meikarta di Cikarang, Jawa Barat. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri PKP saat peluncuran layanan BENAR-PKP beberapa waktu lalu.
Layanan BENAR-PKP, singkatan dari Bantuan Edukasi dan Asistensi Ramah untuk Pengaduan Konsumen Perumahan, bertujuan untuk membantu konsumen perumahan dalam menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. Kehadiran konsumen Meikarta dalam peluncuran layanan ini menjadi pemicu Kementerian PKP untuk segera mengambil tindakan.
Dugaan Kecurangan Pembangunan Rumah Eks Pejuang Timor-Timur
Selain masalah Meikarta, laporan Menteri Ara juga menyoroti dugaan kecurangan dalam pembangunan 2.100 rumah bagi eks pejuang Timor-Timur di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pembangunan rumah tersebut diduga tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat (RKS) yang telah ditetapkan.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah, mengingat para eks pejuang Timor-Timur telah berjuang untuk NKRI. Presiden Prabowo Subianto, yang memiliki latar belakang perjuangan di Timor-Timur, diharapkan dapat memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Menteri Ara mendesak agar hukum ditegakkan dan kebenaran serta keadilan ditegakkan untuk para eks pejuang tersebut.
Kedua kasus ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi hak-hak konsumen dan memastikan pembangunan yang transparan dan akuntabel. Pemerintah berharap agar masalah Meikarta dan dugaan kecurangan pembangunan rumah eks pejuang Timor-Timur dapat segera diselesaikan dengan adil dan tuntas.
Menteri Ara menegaskan kembali komitmennya untuk menyelesaikan kedua permasalahan ini. Beliau menekankan pentingnya penegakan hukum dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. "Dua hal ini saya sudah laporkan dan diminta dituntaskan. Hukum harus ditegakkan, kebenaran dan keadilan harus ditegakkan," tegas Ara.