Mudik Lebaran: Kapal Laut Jadi Primadona, Lebih Ekonomis!
Tingginya harga tiket pesawat membuat warga lebih memilih mudik Lebaran menggunakan kapal laut yang lebih ekonomis, meskipun membutuhkan waktu perjalanan lebih lama.

Jakarta, 25 Maret 2024 - Menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah, pilihan moda transportasi mudik bagi sebagian warga Indonesia jatuh pada kapal laut. Bukan tanpa alasan, harga tiket kapal laut yang jauh lebih ekonomis dibandingkan pesawat terbang menjadi pertimbangan utama.
Fenomena ini terlihat jelas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa lalu. Yaya, warga Tual, Maluku Tenggara, mengungkapkan alasannya memilih kapal laut. Ia mengatakan, "Hanya ada dua opsi angkutan ke kampung halaman dan kapal pasti lebih murah." Keterbatasan tiket pesawat dan harga yang melambung tinggi di musim Lebaran semakin memperkuat pilihannya.
Perbandingan harga tiket pun cukup signifikan. Yaya harus merogoh kocek sebesar Rp822 ribu untuk tiket kapal KM Dobonsolo dari Tanjung Priok menuju Tual. Bandingkan dengan harga tiket pesawat yang mencapai lebih dari Rp4 juta. Meskipun perjalanan laut membutuhkan waktu lima hari, Yaya tetap memilihnya demi bisa merayakan Lebaran bersama keluarga.
Lebih Hemat, Meski Perjalanan Lebih Lama
Yaya bukanlah satu-satunya yang memilih jalur laut. Zulham Sapalati, warga Maluku lainnya, juga memilih kapal laut untuk mudik ke Ambon. Ia berhasil mendapatkan tiket KM Dobonsolo seharga Rp788 ribu, jauh lebih murah daripada tiket pesawat. "Ini lebih ekonomis untuk pulang ke kampung halaman," ujarnya.
Perjalanan yang lebih lama, sekitar lima hari perjalanan laut dari Jakarta ke Tual, tidak menyurutkan niat para pemudik ini. Mereka lebih memprioritaskan penghematan biaya, terutama di tengah kondisi ekonomi yang mungkin belum sepenuhnya pulih.
Keputusan ini juga menunjukkan adanya pergeseran tren mudik. Faktor ekonomi tampaknya menjadi pertimbangan utama bagi sebagian besar masyarakat dalam memilih moda transportasi untuk pulang kampung.
Puncak Mudik di Tanjung Priok
PT Pelni Cabang DKI Jakarta memprediksi puncak arus mudik Lebaran di Pelabuhan Tanjung Priok terjadi pada tanggal 25 Maret 2024. Kepala Cabang PT Pelni DKI Jakarta, Dicky Dermawan, menyebutkan bahwa KM Dobonsolo, yang berangkat pada pukul 11.00 WIB, mengangkut sekitar 1.600 penumpang menuju wilayah Indonesia Timur.
Kapal tersebut memiliki kapasitas 2.000 kursi, dan sisanya diperkirakan akan terisi di pelabuhan-pelabuhan tujuan selanjutnya. KM Dobonsolo melayani rute menuju Surabaya, Makassar, Bau-Bau, Ambon, Banda, Tual, Dobo, Kaimana, dan Fak-Fak.
Awalnya, puncak mudik diprediksi pada Minggu (30/3), namun ternyata terjadi pergeseran. Dicky menduga, hal ini disebabkan karena waktu yang semakin mepet Lebaran, sehingga sebagian pemudik memilih untuk merayakan Lebaran di atas kapal.
Data ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi laut sebagai alternatif mudik Lebaran. Faktor ekonomi yang menekan membuat pilihan yang lebih hemat menjadi prioritas utama.
Meskipun perjalanan lebih lama, kenyamanan dan penghematan biaya yang ditawarkan kapal laut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemudik yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.