Kecepatan Jadi Alasan Pemudik Pilih Pesawat saat Arus Balik Lebaran 2025
Waktu tempuh yang singkat menjadi alasan utama para pemudik memilih pesawat terbang untuk perjalanan arus balik Lebaran 2025, menghindari kemacetan dan keterlambatan.

Jakarta, 5 Juli 2025 - Waktu tempuh menjadi faktor penentu bagi sejumlah pemudik yang memilih menggunakan pesawat terbang untuk kembali ke perantauan selama arus balik Lebaran 2025. Kecepatan dan efisiensi menjadi pertimbangan utama dibandingkan dengan moda transportasi darat yang rentan terhadap kemacetan.
Hal ini terungkap dari beberapa wawancara yang dilakukan Antara di Bandara Halim Perdana Kusuma. Para pemudik mengungkapkan alasan mereka memilih pesawat sebagai moda transportasi utama saat arus balik. Kecepatan menjadi prioritas utama, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau ingin menghindari potensi keterlambatan akibat kemacetan.
Data dari Bandara Halim Perdana Kusuma menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jalur udara. Hingga 3 Juli 2025, bandara tersebut telah memberangkatkan lebih dari 104.646 penumpang dengan 1.403 penerbangan. Kota-kota tujuan terbanyak meliputi Surabaya, Palembang, Padang, dan Kuala Namu.
Alasan Memilih Pesawat: Cepat dan Efisien
Seno Harto dan istrinya, Pugi Rahayu, pemudik asal Lampung, mengungkapkan alasan mereka memilih pesawat karena kesulitan mendapatkan tiket kereta api. "Karena gak dapat tiket kereta api. Tiketnya gak dapat jadi pilih ke pesawat," ujar Pugi. Sementara Seno menambahkan, "Karena kita berangkatnya sama Ibu, jadi kalau naik mobil takutnya kena macet. Jadi kita pilihnya angkutan yang gak macet seperti kereta api atau pesawat terbang." Keluarga Seno melakukan perjalanan mudik ke Yogyakarta dan Bekasi sebelum kembali ke Lampung.
Senada dengan Seno dan Pugi, Rahman, pemudik asal Bandung yang hendak kembali ke Pekanbaru, juga memilih pesawat karena kecepatan aksesnya. "Pertama mungkin aksesnya lebih cepat sampai dan saya pilih pulang hari ini (5/7) untuk antisipasi ramai di jalan atau susah dapat travel," jelasnya. Ia memprioritaskan kepastian waktu tiba di tujuan.
Rayhandi, pemudik asal Bekasi yang kembali ke Malang, juga menekankan efisiensi waktu sebagai alasan utama. Pengalamannya menggunakan bus saat arus mudik yang terhambat kemacetan menjadi pelajaran berharga. "Takutnya macet saja, delay waktunya. Semisal nanti ada panggilan kerja mendadak jadi keburu-buru gitu nantinya," jelas Rayhandi. Ia ingin menghindari potensi keterlambatan yang dapat mengganggu aktivitasnya.
Bandara Halim Perdana Kusuma: Pilihan Populer
Bandara Halim Perdana Kusuma menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat Jakarta untuk perjalanan udara, terutama selama musim mudik dan arus balik. Tingginya jumlah penumpang dan penerbangan yang dilayani menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan dan aksesibilitas bandara tersebut. Data penerbangan menunjukkan bahwa tujuan domestik menjadi pilihan utama para pemudik.
Secara keseluruhan, waktu tempuh yang cepat dan efisien menjadi faktor utama yang mendorong para pemudik memilih pesawat terbang sebagai moda transportasi selama arus balik Lebaran 2025. Keengganan untuk menghadapi potensi kemacetan dan keterlambatan juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan pilihan transportasi.
Data penerbangan dari Bandara Halim Perdana Kusuma menunjukkan tren peningkatan jumlah penumpang dan penerbangan untuk rute-rute domestik populer. Hal ini menunjukkan bahwa transportasi udara semakin menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia, terutama untuk perjalanan jarak jauh dan saat musim liburan.