Pemkab Bintan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir 14 Hari
Banjir di sejumlah kecamatan di Bintan, Kepri, akibat hujan deras menyebabkan Pemkab menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari untuk penanganan pasca-banjir dan bantuan logistik kepada 220 jiwa yang terdampak.

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), selama dua hari terakhir telah mengakibatkan bencana banjir yang melanda sejumlah kecamatan. Akibatnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, dimulai Kamis, 20 Maret 2024. Langkah ini diambil setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan dampak signifikan banjir dan mempertimbangkan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengindikasikan kemungkinan hujan berlanjut.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, saat meninjau lokasi banjir di Kampung Pisang, Kecamatan Bintan Timur, menyatakan bahwa penetapan status tanggap darurat ini memungkinkan koordinasi yang lebih efektif dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan pemerintah pusat dalam penanganan pasca-banjir. Pemkab Bintan juga akan mengalokasikan anggaran untuk mendukung upaya penanggulangan bencana, termasuk penyediaan dapur umum dan sarana prasarana lainnya guna membantu para korban.
"Kebijakan ini diambil setelah BPBD melaporkan sejumlah kecamatan dilanda banjir, ditambah prediksi BMKG dalam beberapa hari ke depan masih terjadi hujan," kata Bupati Bintan Roby Kurniawan. Langkah cepat ini diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk dan mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.
Penanganan Bencana dan Bantuan Logistik
Pemkab Bintan, bersama Polres Bintan dan BPBD Bintan, telah bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik berupa sembako kepada korban banjir. "Untuk sementara ini kami bersama Polres dan BPBD Bintan telah menyalurkan bantuan logistik sembako bagi korban banjir," ujar Roby Kurniawan. Bantuan ini difokuskan pada wilayah yang paling terdampak, dengan prioritas pada kebutuhan dasar para korban.
Data sementara dari BPBD Bintan mencatat sebanyak 71 rumah dan 220 jiwa terdampak banjir, terutama di Kampung Pisang. Proses pendataan masih berlangsung untuk wilayah-wilayah lain yang juga terdampak banjir. Pemkab Bintan berkomitmen untuk memastikan seluruh korban menerima bantuan yang dibutuhkan.
Selain penyaluran bantuan logistik, Pemkab Bintan juga berencana untuk membangun dapur umum untuk menyediakan makanan bagi para pengungsi. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan pangan para korban terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Dampak Banjir dan Kerentanan Kampung Pisang
Banjir di Kampung Pisang dilaporkan cukup parah, dengan ketinggian air mencapai betis orang dewasa dan merendam sejumlah rumah warga. Kondisi ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi sejak Rabu (19/3) pagi hingga Kamis (20/3) sore. Salah satu warga Kampung Pisang, Sandra, menceritakan bahwa rumahnya terendam banjir, mengakibatkan sejumlah peralatan rumah tangga rusak.
Sandra mengungkapkan bahwa Kampung Pisang memang rawan banjir setiap tahunnya, terutama saat musim hujan. Letak geografis Kampung Pisang yang berada di dataran rendah dan diapit perbukitan membuat wilayah ini rentan terhadap banjir. "Tahun ini sudah dua kali banjir, bahkan pada tahun baru 2025 ketinggian banjir mencapai dada orang dewasa," ungkap Sandra. Hal ini menunjukkan perlunya solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan banjir di Kampung Pisang.
Kondisi ini menyoroti pentingnya langkah antisipasi dan mitigasi bencana di daerah rawan banjir. Pemkab Bintan perlu mempertimbangkan strategi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di Kampung Pisang dan daerah-daerah lain yang serupa.
Pemkab Bintan juga berencana untuk melakukan evaluasi dan kajian lebih lanjut terkait infrastruktur dan tata ruang wilayah untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, sangat penting dalam upaya mitigasi bencana dan penanggulangan dampak banjir.
Langkah-langkah Ke Depan
Dengan ditetapkannya status tanggap darurat, Pemkab Bintan berharap dapat mempercepat proses pemulihan dan memberikan bantuan yang lebih terkoordinasi kepada masyarakat yang terdampak banjir. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan perencanaan yang lebih matang dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Pemkab Bintan berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat.