Pemprov Jateng Bantu 10.000 Eks Buruh Sritex: Jamin Hak dan Fasilitasi Kerja Baru
Pemprov Jateng berupaya membantu lebih dari 10.000 eks buruh Sritex dengan menjamin hak-hak mereka dan memfasilitasi kerja di sembilan perusahaan serta pelatihan kewirausahaan.

Semarang, 3 Maret 2024 - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di PT Sri Rejeki Isman (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, berdampak pada lebih dari 10.000 buruh. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng bergerak cepat untuk mengurangi dampak sosialnya dengan merangkul sembilan perusahaan dan memberikan berbagai bentuk fasilitasi bagi para eks karyawan tersebut. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, memimpin upaya ini untuk memastikan hak-hak buruh terpenuhi dan masa depan mereka terjamin.
Langkah Pemprov Jateng ini meliputi beberapa upaya penting. Pertama, memastikan seluruh hak buruh Sritex terpenuhi, termasuk Jaminan Hari Tua (JHT) dan pesangon. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Ahmad Aziz, bahkan telah berangkat ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat proses pembayaran tersebut sebelum Lebaran. "Hak mereka harus terpenuhi," tegas Gubernur Luthfi, menekankan peran BP Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan) dan dukungan Pemprov Jateng dalam proses ini.
Kedua, Pemprov Jateng aktif memfasilitasi para eks buruh untuk mendapatkan pekerjaan baru. Sembilan perusahaan dari berbagai sektor, termasuk garmen dan sepatu, telah menyatakan kesediaan untuk menerima para eks karyawan Sritex. Namun, terdapat persyaratan usia maksimal 45 tahun. Pemprov Jateng akan memfasilitasi pertemuan antara HRD perusahaan-perusahaan tersebut dengan Disnakertrans untuk memperlancar proses perekrutan. Upaya ini menunjukkan komitmen Pemprov Jateng dalam membantu para buruh mendapatkan penghasilan kembali.
Mencari Solusi untuk Eks Buruh Sritex
Pemprov Jateng tidak hanya fokus pada penempatan kerja, tetapi juga memberikan kesempatan bagi eks buruh yang ingin berwirausaha. Balai Latihan Kerja (BLK) Jateng siap memberikan pelatihan dan pendampingan bagi mereka yang tertarik untuk memulai usaha sendiri. Program BLK akan disesuaikan dengan kebutuhan dan minat para eks karyawan Sritex. Hal ini menunjukkan komprehensifnya upaya Pemprov Jateng dalam mengatasi dampak PHK di Sritex.
Koordinasi intensif juga dilakukan dengan kurator PT Sritex untuk memantau proses pendataan aset perusahaan. Hal ini penting untuk memastikan proses pembayaran hak-hak buruh berjalan lancar. Selain itu, Pemprov Jateng juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo untuk memastikan sinergi dalam penanganan masalah ini. Kerjasama antar lembaga ini menjadi kunci keberhasilan dalam membantu para eks buruh Sritex.
Gubernur Luthfi menegaskan kembali komitmen Pemprov Jateng untuk memastikan hak-hak tenaga kerja tetap dipenuhi. "Pemprov (Jateng) sifatnya membantu, agar tidak terjadi dampak sosial (akibat PHK). Harus kita bantu betul," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan kepedulian Pemprov Jateng terhadap nasib para buruh yang terdampak PHK.
Dukungan untuk Kewirausahaan
Bagi eks karyawan Sritex yang memilih jalur kewirausahaan, Pemprov Jateng menyediakan berbagai fasilitas pelatihan dan pendampingan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). BLK akan menyesuaikan program pelatihannya agar sesuai dengan kebutuhan dan minat para eks karyawan. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu mereka membangun usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
Pemprov Jateng juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk kurator PT Sritex dan Pemkab Sukoharjo, untuk memastikan proses penyelesaian hak-hak buruh berjalan dengan lancar dan terkoordinasi dengan baik. Kerjasama yang erat antar lembaga ini diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dan menyeluruh bagi para eks buruh Sritex.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemprov Jateng berupaya untuk meminimalisir dampak sosial dari PHK massal di PT Sritex dan memberikan kesempatan bagi para eks buruh untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan mereka, baik melalui jalur pekerjaan formal maupun jalur kewirausahaan.
Pemprov Jateng berkomitmen untuk terus memantau dan memberikan dukungan penuh kepada para eks buruh Sritex agar mereka dapat segera bangkit dan kembali produktif.