Pertamina Siapkan 10 SPBU Modular di Solo Raya Antisipasi Mudik Lebaran 2025
Jelang mudik Lebaran 2025, Pertamina menyiapkan 10 SPBU modular di tujuh titik di Solo Raya untuk memastikan ketersediaan BBM bagi pemudik.

Pertamina memastikan kesiapannya menghadapi lonjakan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama periode mudik Lebaran 2025 di wilayah Solo Raya. Sebagai langkah antisipasi, perusahaan pelat merah ini menyiapkan sepuluh SPBU modular yang akan ditempatkan di tujuh titik strategis di sepanjang jalur mudik. SPBU modular ini akan beroperasi mulai 17 Maret hingga 13 April 2025, bertepatan dengan periode Satgas mudik.
Area Manajer Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa penyiapan SPBU modular ini merupakan bagian dari strategi Pertamina untuk memastikan kelancaran distribusi BBM selama masa mudik. "Kesiapan Pertamina, khususnya ruas tol Solo-Jogja, kami siapkan SPBU modular dan motoris," ujarnya saat meninjau SPBU modular di tol fungsional Klaten, Jawa Tengah, Jumat lalu.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dan memastikan ketersediaan BBM bagi para pemudik. Selain SPBU modular, Pertamina juga menyiapkan layanan motoris yang akan mendistribusikan BBM ke titik-titik yang mengalami kendala aksesibilitas, seperti di area yang mengalami kemacetan parah atau bottleneck di jalur keluar tol.
Lokasi SPBU Modular
Sebanyak sepuluh SPBU modular akan tersebar di tujuh rest area sepanjang jalur tol. Rinciannya adalah: satu unit di Rest Area KM 538A, satu unit di Rest Area KM 538B, satu unit di Rest Area KM 519A, satu unit di Rest Area KM 519B, dua unit di Rest Area KM 487A, dua unit di Rest Area KM 487B, dan dua unit di Rest Area KM 19. Setiap unit SPBU modular memiliki kapasitas 3.000 liter BBM, menyediakan Pertamax dan Pertamina Dex. Pertamina Dex akan dijual dalam kemasan.
Pertamina juga telah memperhitungkan proyeksi peningkatan konsumsi BBM selama periode mudik dan balik Lebaran. Diperkirakan akan terjadi kenaikan sebesar 22 persen untuk BBM jenis gasolin, dari konsumsi normal 4.000 kiloliter (kl)/hari. Sebaliknya, konsumsi BBM jenis gasoil diprediksi turun 13 persen dari konsumsi normal 872 kl/hari, karena pembatasan operasional kendaraan logistik dan libur industri. Sementara itu, konsumsi avtur diperkirakan naik 57 persen dari konsumsi normal 31,7 kl/hari.
Stok BBM dan Antisipasi Lonjakan Permintaan
Pertamina memastikan kesiapan stok BBM untuk menghadapi lonjakan permintaan selama periode mudik. Terminal BBM Boyolali, yang mencakup wilayah Solo Raya dan sebagian Jawa Timur, memiliki stok gasoline sebesar 24.000 kl dan gasoil 7.600 kl. Taufiq Kurniawan menjelaskan bahwa stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa hari ke depan. "Jika dibandingkan dengan konsumsi harian normal, maka stok gasoline akan bisa bertahan enam kali lipat konsumsi normal dan gasoil delapan kali lipat konsumsi normal," tambahnya.
Dengan langkah-langkah antisipasi yang telah disiapkan, Pertamina optimis dapat memenuhi kebutuhan BBM masyarakat selama periode mudik Lebaran 2025 di wilayah Solo Raya. Kesiapan SPBU modular, layanan motoris, dan stok BBM yang memadai diharapkan dapat memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.
Selain itu, Pertamina juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap melakukan penyesuaian jika diperlukan untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga.