PMI Siagakan Tenaga Kesehatan di Stasiun Gambir Antisipasi Arus Balik Lebaran
Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat siagakan tiga tenaga kesehatan di Stasiun Gambir selama arus balik Lebaran untuk memberikan pertolongan medis kepada penumpang kereta api.

Jakarta, 2 April 2025 - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Pusat bersiaga penuh menghadapi lonjakan penumpang selama arus balik Lebaran. Sebagai bentuk antisipasi, PMI menyiagakan tenaga medis di sejumlah stasiun penting di Jakarta, salah satunya Stasiun Gambir. Langkah ini diambil untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para pemudik yang telah menyelesaikan perjalanan mudiknya.
Di Stasiun Gambir, PMI Kota Jakarta Pusat telah menempatkan tiga tenaga kesehatan, termasuk seorang dokter. Hal ini diungkapkan oleh Petugas PMI Kota Jakarta Pusat, Supriyatna, dalam wawancara dengan Antara pada Rabu, 2 April 2025. "Di stasiun ada tiga personel termasuk dokter," kata Supriyatna.
Selain Stasiun Gambir, PMI juga mendirikan posko kesehatan di Stasiun Senen dan Stasiun Tanah Abang. Kerja sama yang baik dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan instansi terkait lainnya memastikan kelancaran operasional posko-posko kesehatan tersebut. Langkah proaktif ini menunjukkan kesiapan PMI dalam memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat, khususnya selama periode arus balik Lebaran.
Posko Kesehatan Siaga di Stasiun Gambir
Posko kesehatan di Stasiun Gambir beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB, dan akan beroperasi hingga Jumat, 4 April 2025. Tidak hanya menunggu di posko, petugas PMI juga aktif berkeliling setiap tiga jam untuk memantau kondisi penumpang dan memberikan pertolongan pertama jika dibutuhkan. Hal ini disampaikan oleh Muhamad Rafli, perawat PMI Jakarta Pusat yang bertugas di Stasiun Gambir. "Petugas kami juga berkeliling setiap tiga jam untuk mengecek situasi dan juga bila ada yang membutuhkan penanganan," jelas Rafli.
Sebagai bentuk kesiapan yang lebih maksimal, PMI juga menyediakan satu unit ambulans di Stasiun Gambir. Ambulans ini siap digunakan untuk merujuk penumpang atau masyarakat yang membutuhkan perawatan medis lebih lanjut di fasilitas kesehatan terdekat. Keberadaan ambulans ini menjadi jaminan tambahan bagi para penumpang yang mungkin mengalami kondisi darurat medis selama berada di stasiun.
Langkah antisipasi yang dilakukan PMI ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Kehadiran tenaga medis dan ambulans di stasiun memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang, terutama bagi mereka yang mungkin membutuhkan pertolongan medis selama perjalanan.
Lonjakan Penumpang Arus Balik Lebaran
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat angka kedatangan penumpang yang signifikan pada hari ketiga Lebaran, Rabu, 2 April 2025. Sebanyak 41.040 penumpang tiba di Jakarta melalui Daop 1 Jakarta. Rinciannya, Stasiun Senen mencatat kedatangan 16.141 penumpang, Stasiun Gambir 11.217 penumpang, dan sisanya tersebar di stasiun-stasiun lain seperti Cikampek, Cikarang, Karawang, Bekasi, dan Jatinegara.
Ixfan dari PT KAI Daop 1 Jakarta menjelaskan bahwa periode 4 hingga 6 April 2025 diprediksi sebagai puncak arus balik. Namun, dibandingkan tahun sebelumnya, arus balik tahun ini lebih merata. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh program pemerintah yang mencanangkan Work From Anywhere (WFA) yang berbarengan dengan libur sekolah. "Kalau tahun 2024 itu ada titik puncak penumpang berangkat dan penumpang datang di tanggal tertentu. Kalau tahun ini lebih merata, karena program pemerintah yang mencanangkan WFA itu bersambung atau bersamaan dengan libur sekolah. Jadi dari tanggal 21 Maret grafiknya sampai dengan tanggal 11 April nanti lebih merata untuk okupasi baik penumpang berangkat maupun datang," ujar Ixfan.
Dari tanggal 21 Maret hingga 11 April 2025, PT KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 1.876 perjalanan kereta api, termasuk kereta api tambahan. Dengan total kapasitas 1.048.328 kursi, tingkat keterisian tiket mencapai 785.000 kursi atau sekitar 75 persen. Jumlah kedatangan penumpang di Daop 1 Jakarta tercatat sebanyak 698.702 orang, dan angka ini masih berpotensi berubah.
Dengan adanya lonjakan penumpang yang signifikan selama arus balik Lebaran, kesiapan PMI dalam menyediakan layanan kesehatan di stasiun-stasiun utama menjadi langkah krusial untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para pemudik. Kerja sama antar instansi terkait juga menjadi kunci keberhasilan dalam menangani situasi ini.