Presiden Prabowo Melayat Mgr. Petrus Turang di Katedral Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mgr. Petrus Turang di Katedral Jakarta, Jumat (4/4), dan mengenang Mgr. Turang sebagai sosok yang dikenalnya baik.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang. Presiden Prabowo melayat ke Katedral Jakarta pada Jumat sore, 4 April 2024, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Kepergian Mgr. Turang meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk Presiden Prabowo yang mengaku memiliki hubungan baik dan bahkan hubungan keluarga dengan almarhum.
Kedatangan Presiden Prabowo ke Katedral Jakarta sekitar pukul 15.38 WIB disambut oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, dan sejumlah petinggi Katedral. Presiden langsung menuju ruang persemayaman Mgr. Turang untuk memberikan penghormatan. Setelah melayat, Presiden Prabowo menyempatkan diri untuk menemui para wartawan yang telah menunggu di pelataran Katedral.
Kepada para wartawan, Presiden Prabowo menjelaskan alasan dirinya melayat. "Saya datang melayat karena memang Mgr. Turang saya kenal baik. (Kami) sering ketemu, dan juga ada hubungan keluarga," ungkap Presiden Prabowo. Ia juga menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga almarhum, "Jadi, saya kira sebagai manusia kita memberikan penghormatan kita. Saya ucapkan belasungkawa ke keluarga semua. Saya kira itu," tambahnya.
Kepergian Mgr. Petrus Turang dan Rencana Pemakaman
Mgr. Petrus Turang meninggal dunia di Jakarta pada Jumat pagi, 4 April 2024, pukul 06.02 WIB, setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Pengumuman resmi disampaikan oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Krispinus Saku, dalam jumpa pers di Istana Keuskupan Agung Kupang. "Dengan penuh iman dan pengharapan akan kebangkitan kami mengumumkan bahwa telah berpulang ke rumah Bapak di Surga Mgr Petrus Turang Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang pada hari ini," kata Romo Krispinus.
Jenazah Mgr. Turang disemayamkan sementara di Katedral Jakarta sebelum diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sejumlah karangan bunga, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto, menghiasi pelataran Katedral sebagai tanda belasungkawa.
Prosesi pemakaman Mgr. Turang akan berlanjut di Kupang. Jenazah dijadwalkan tiba di Bandara El Tari Kupang pada Sabtu, 5 April 2024, pukul 10.00 WIB. Setelah disemayamkan di Gereja Kristus Raja Katedral Kupang, pemakaman akan dilaksanakan pada Selasa, 8 April 2024.
Presiden Prabowo dan Para Pejabat yang Melayat
Dalam kunjungannya ke Katedral Jakarta, Presiden Prabowo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan sekretaris pribadinya. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, juga terlihat hadir di lokasi. Kehadiran para pejabat negara dan tokoh penting ini menunjukkan penghormatan dan duka cita yang mendalam atas kepergian Mgr. Petrus Turang.
Kepergian Mgr. Petrus Turang merupakan kehilangan besar bagi Gereja Katolik di Indonesia, khususnya Keuskupan Agung Kupang. Beliau dikenang sebagai sosok pemimpin yang bijaksana dan berdedikasi. Ungkapan belasungkawa dari berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto, mencerminkan jasa dan pengaruh Mgr. Turang selama hidupnya.
Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungannya, juga menekankan pentingnya penghormatan kepada almarhum sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdiannya. Hal ini menunjukkan rasa hormat dan empati dari pemerintah Indonesia terhadap tokoh agama yang telah berpulang.
Setelah memberikan penghormatan dan menyampaikan belasungkawa, Presiden Prabowo meninggalkan Katedral Jakarta, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.