Jenazah Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang Tiba di Kupang, Diiringi Doa Ribuan Umat
Jenazah Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang tiba di Kupang, NTT, disambut haru oleh ribuan umat Katolik yang mengiringi kepulangannya hingga ke Katedral Kristus Raja.

Jenazah Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, tiba di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 5 April 2024, pukul 10.20 WITA. Mgr. Petrus Turang meninggal dunia di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Jumat, 4 April 2024. Kepulangannya disambut dengan penuh haru oleh ribuan umat Katolik, Wali Kota Kupang Christian Widodo, dan Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, serta para pastor.
Kedatangan jenazah Uskup Emeritus disambut dengan prosesi yang khidmat. Panjang kendaraan yang mengiringi jenazah dari bandara hingga ke Istana Keuskupan Agung Kupang mencapai tiga kilometer. Sepanjang jalan, umat Katolik berdiri berjajar, memegang lilin, dan mendoakan Mgr. Petrus Turang. Suasana duka dan penghormatan begitu terasa di tengah kerumunan umat yang hadir.
Setelah tiba di bandara, jenazah Mgr. Petrus Turang disemayamkan sementara di ruang VIP Pemda untuk ibadah singkat. Suasana penuh kesedihan dan doa mengiringi prosesi tersebut, menandakan betapa besarnya jasa dan pengabdian almarhum bagi umat Katolik di Kupang.
Kepergian Tokoh Agung Gereja Katolik NTT
Mgr. Petrus Turang, yang lahir di Tataaran, Manado, Sulawesi Utara, pada 23 Februari 1947, telah mendedikasikan hidupnya untuk melayani umat. Ia ditahbiskan menjadi imam dioses Keuskupan Manado pada 18 Desember 1974. Sebelum menjadi Uskup Agung Kupang, beliau menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), menunjukkan komitmennya yang luas dalam pelayanan gereja.
Pada 21 April 1997, Paus Yohanes Paulus II mengangkat Mgr. Petrus Turang sebagai Uskup Koajutor Keuskupan Agung Kupang. Setelah Mgr. Gregorius Monteiro, SVD, pensiun, Mgr. Petrus Turang melanjutkan kepemimpinan hingga ia sendiri pensiun dan digantikan oleh Uskup Mgr. Hironimus Pakaenoni. Pengabdiannya yang panjang dan berkesan bagi Keuskupan Agung Kupang akan selalu dikenang.
Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Krispinus Saku, menjelaskan bahwa jenazah Mgr. Petrus Turang disemayamkan selama kurang lebih 30 menit di Istana Keuskupan sebelum diantar ke Gereja Katedral Kristus Raja Kota Kupang. Pemakaman akan dilaksanakan pada Selasa, 8 April 2024.
Rangkaian Misa Requiem dan Pemakaman
Umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang diundang untuk menghadiri seluruh rangkaian kegiatan doa sebelum pemakaman. Misa requiem akan dilaksanakan sebanyak tiga kali: Sabtu, 5 April 2024, pukul 18.00 WITA; Minggu, 6 April 2024, pukul 20.00 WITA; dan Senin, 7 April 2024, pukul 19.00 WITA. Hal ini menunjukan penghormatan dan kesedihan mendalam dari umat atas kepergian pemimpin spiritual mereka.
Rangkaian acara ini memberikan kesempatan bagi umat untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan Mgr. Petrus Turang. Kehadiran ribuan umat dalam prosesi penyambutan jenazah menunjukkan betapa besar pengaruh dan cinta kasih Mgr. Petrus Turang bagi umat di NTT.
Kepergian Mgr. Petrus Turang merupakan kehilangan besar bagi Gereja Katolik di NTT dan Indonesia. Namun, warisan pengabdian dan pelayanannya akan tetap dikenang dan menginspirasi banyak orang.
Pemakaman Mgr. Petrus Turang di Gereja Katedral Kristus Raja Kota Kupang akan menjadi momen perpisahan sekaligus perayaan atas kehidupan dan karya agungnya.