Kedekatan Prabowo dan Mgr. Petrus Turang Terungkap: Kardinal Suharyo Ungkap Persahabatan Sejak Kecil
Kardinal Suharyo mengungkapkan kedekatan lama antara Presiden Prabowo Subianto dan Mgr. Petrus Turang, bahkan sejak masa kecil, yang terlihat dari kunjungan Prabowo untuk memberikan penghormatan terakhir.

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, di Gereja Katedral Jakarta. Kunjungan tersebut mengungkap hubungan erat yang telah terjalin lama antara keduanya, bahkan sejak masa kecil, menurut keterangan Kardinal Ignatius Suharyo. Kepergian Mgr. Petrus Turang meninggalkan duka mendalam, namun juga menyoroti persahabatan unik yang telah terjalin lintas latar belakang selama puluhan tahun.
Kardinal Suharyo, seusai melayat, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo mengenal Mgr. Petrus Turang sejak kecil. "Bapak Presiden itu mengenal baik Bapak Uskup Kupang, bersama dengan temannya waktu Pak Simon masih kecil. Jadi masih ada hubungan keluarga," ungkap Kardinal Suharyo. Pernyataan ini memberikan gambaran tentang hubungan personal yang mendalam dan telah terbina sejak lama antara kedua tokoh tersebut.
Kehadiran Presiden Prabowo di tengah kesibukannya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mgr. Petrus Turang menjadi bukti nyata dari kedekatan tersebut. "Maka, beliau menyempatkan datang di tengah- tengah kesibukannya, meskipun hanya beberapa menit," ujar Kardinal Suharyo. Hal ini menunjukkan rasa hormat dan penghargaan yang mendalam dari Presiden Prabowo terhadap mendiang Uskup.
Kehidupan dan Pengabdian Mgr. Petrus Turang
Mgr. Petrus Turang, yang lahir di Manado, telah mengabdikan dirinya sebagai Uskup di Kupang selama lebih dari 27 tahun. Meskipun bukan putra daerah Nusa Tenggara Timur, pengabdiannya yang panjang telah membuatnya begitu dicintai dan dihormati oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, jenazahnya diputuskan untuk dimakamkan di Kupang, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya yang luar biasa.
"Beliau adalah orang Manado. Tetapi sudah 27 tahun lebih, hampir 28 tahun, menjadi uskup di Kupang. Maka diputuskan untuk dimakamkan di Kupang," jelas Kardinal Suharyo. Keputusan ini mencerminkan penghargaan atas kontribusi Mgr. Petrus Turang bagi masyarakat Kupang dan Nusa Tenggara Timur.
Jenazah Mgr. Petrus Turang diberangkatkan dari Jakarta pada Senin dini hari menuju Kupang untuk dimakamkan pada hari Selasa. Prosesi pemakaman ini akan dihadiri oleh banyak pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Uskup yang telah berpulang. Ucapan duka cita dari Vatikan juga akan disampaikan secara resmi dalam misa pemakaman.
Meninggal Dunia Setelah Perawatan Intensif
Mgr. Petrus Turang meninggal dunia pada Jumat pukul 06.02 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Beliau telah menjalani perawatan intensif sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Kabar duka ini telah mengejutkan banyak pihak, mengingat jasa dan pengabdian beliau yang begitu besar bagi Gereja dan masyarakat.
Kepergian Mgr. Petrus Turang meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, umat, dan seluruh pihak yang mengenalnya. Namun, warisan pengabdian dan persahabatannya akan tetap dikenang dan dihargai oleh banyak orang. Kunjungan Presiden Prabowo menjadi bukti nyata dari penghormatan dan persahabatan yang telah terjalin lama antara beliau dan mendiang Uskup.
Ucapan belasungkawa dan doa mengalir deras dari berbagai kalangan atas kepergian Mgr. Petrus Turang. Semoga beliau tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Detail Keberangkatan Jenazah:
• Keberangkatan dari Jakarta: Senin dini hari pukul 23.00 WIB
• Kedatangan di Kupang: Selasa pagi pukul 06.00 WIB
• Pemakaman: Selasa di Kupang