Presiden Prabowo Kenang Mgr. Turang: Tokoh yang Berdedikasi untuk Rakyat Kecil
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan peduli pada rakyat kecil.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa kehilangannya atas berpulangnya Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, yang meninggal dunia pada Jumat pagi, 06.02 WIB, di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Presiden mengenang Mgr. Turang sebagai pribadi yang baik hati, selalu berpikir positif, dan mengabdikan hidupnya untuk membantu rakyat kecil. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat ditemui di Katedral Jakarta setelah melayat pada Jumat sore.
Kepergian Mgr. Turang meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk Presiden Prabowo yang mengaku memiliki hubungan keluarga dengan almarhum. Presiden Prabowo, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, meluangkan waktu sekitar 10 menit untuk memberikan penghormatan terakhir di Katedral Jakarta, tempat jenazah Mgr. Turang disemayamkan sementara sebelum diterbangkan ke Kupang.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat Mgr. Turang. Ia mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap Mgr. Turang yang dikenal sebagai sosok yang selalu berjuang untuk kesejahteraan rakyat kecil. Pernyataan ini menunjukkan penghormatan dan penghargaan Presiden Prabowo terhadap jasa-jasa almarhum selama hidupnya.
Mgr. Turang: Teladan bagi Bangsa
Kepergian Mgr. Petrus Turang merupakan kehilangan besar bagi Indonesia, khususnya bagi umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang. Selama hidupnya, Mgr. Turang dikenal sebagai pemimpin spiritual yang dekat dengan umatnya dan selalu memperjuangkan keadilan sosial. Dedikasi dan pengabdiannya kepada rakyat kecil menjadi teladan bagi banyak orang.
Presiden Prabowo, dalam keterangannya kepada wartawan, menekankan bahwa Mgr. Turang adalah pribadi yang selalu berpikir positif dan bekerja keras untuk membantu mereka yang membutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa Mgr. Turang bukan hanya seorang pemimpin agama, tetapi juga seorang tokoh masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan rakyat.
Hubungan keluarga antara Presiden Prabowo dan Mgr. Turang, yang berasal dari garis keturunan ibunda Presiden, Dora Marie Sigar, semakin memperkuat ikatan emosional dan rasa kehilangan yang mendalam. Presiden Prabowo hadir sebagai keluarga sekaligus sebagai kepala negara untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Kedatangan Presiden Prabowo di Katedral Jakarta disambut oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo. Kardinal Suharyo turut mengantar Presiden Prabowo hingga ke kendaraan setelah selesai melayat, menunjukkan rasa hormat dan solidaritas antarpemimpin agama di Indonesia.
Proses Pemakaman Mgr. Turang
Keuskupan Agung Kupang telah mengumumkan meninggalnya Mgr. Petrus Turang melalui jumpa pers di Istana Keuskupan Agung Kupang. Jenazah Mgr. Turang disemayamkan sementara di Katedral Jakarta, di mana banyak karangan bunga ucapan belasungkawa, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto, terpantau memenuhi pelataran.
Rencananya, jenazah Mgr. Turang akan diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi, 5 April 2024, dan tiba di Bandara El Tari Kupang sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah disemayamkan di Gereja Kristus Raja Katedral Kupang, pemakaman Mgr. Turang akan dilaksanakan pada Selasa, 8 April 2024.
Kepergian Mgr. Turang meninggalkan warisan yang besar bagi bangsa Indonesia. Dedikasi dan pengabdiannya kepada rakyat kecil akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. Semoga almarhum Mgr. Petrus Turang mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan belasungkawa tersebut, tidak hanya mewakili pemerintah, tetapi juga mewakili rasa hormat dan simpati seluruh rakyat Indonesia atas kepergian sosok pemimpin agama yang luar biasa ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi duka cita ini.