Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang Tutup Usia, Umat Katolik Kupang Berduka
Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, meninggal dunia di Jakarta pada usia 76 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik di Kupang dan sekitarnya.

Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, telah meninggal dunia pada Jumat pagi, 4 April 2024, pukul 06.20 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mgr. Petrus Turang, yang lahir di Tataaran, Manado, Sulawesi Utara, pada 23 Februari 1947, menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Krispinus Saku, dalam jumpa pers di Istana Keuskupan Agung Kupang pada Jumat siang. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jakarta dan akan diterbangkan ke Kupang pada Sabtu pagi, 5 April 2024.
Kepergian Mgr. Petrus Turang meninggalkan duka yang mendalam bagi umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang dan seluruh Indonesia. Selama hidupnya, beliau telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Gereja Katolik, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Pengabdian dan kepemimpinannya yang penuh dedikasi akan selalu dikenang oleh banyak orang.
Romo Krispinus Saku mengajak seluruh umat Katolik untuk mendoakan Mgr. Petrus Turang agar arwahnya diterima di sisi Tuhan. "Dengan penuh iman dan pengharapan akan kebangkitan, kami mengumumkan bahwa telah berpulang ke rumah Bapak di Surga Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang," ungkap Romo Krispinus dalam jumpa pers tersebut. Ia juga menyampaikan rencana prosesi pemakaman yang akan dilaksanakan di Kupang.
Rencana Pemakaman Mgr. Petrus Turang
Jenazah Mgr. Petrus Turang dijadwalkan tiba di Bandara El Tari Kupang pada Sabtu, 5 April 2024, pukul 10.00 WITA. Setelah tiba, jenazah akan disemayamkan di Gereja Kristus Raja Katedral Kupang. Sejumlah misa requiem akan diadakan untuk mengenang almarhum, yaitu pada Sabtu (5/4) pukul 18.00 WITA, Minggu (6/4) pukul 20.00 WITA, dan Senin (7/4) pukul 19.00 WITA. Pemakaman Mgr. Petrus Turang akan dilaksanakan pada Selasa, 8 April 2024, pukul 09.00 WITA di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang.
Umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang diundang untuk menghadiri seluruh rangkaian kegiatan doa sebelum pemakaman. Kepergian Uskup Emeritus ini tentu menjadi kehilangan besar bagi Gereja dan umat Katolik di Kupang. Namun, semangat dan pengabdian beliau akan tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Romo Krispinus Saku juga menghimbau agar umat Katolik tetap tenang dan menjaga ketertiban selama prosesi pemakaman berlangsung. Beliau berharap agar seluruh rangkaian acara pemakaman dapat berjalan dengan lancar dan khidmat.
Riwayat Hidup Mgr. Petrus Turang
Mgr. Petrus Turang, sebelum menjabat sebagai Uskup Agung Kupang, telah mengabdikan diri sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Pengalaman dan keahliannya dalam bidang sosial ekonomi ini telah banyak memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Beliau ditahbiskan menjadi imam dioses Keuskupan Manado pada 18 Desember 1974. Kemudian, pada 21 April 1997, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya sebagai Uskup Koajutor Keuskupan Agung Kupang.
Setelah Mgr. Gregorius Monteiro, SVD pensiun, Mgr. Petrus Turang memimpin Keuskupan Agung Kupang hingga akhirnya digantikan oleh Uskup Mgr. Hironimus Pakaenoni. Sepanjang kariernya, Mgr. Petrus Turang dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana, rendah hati, dan penuh kasih sayang. Beliau selalu mengutamakan kesejahteraan umat dan senantiasa berjuang untuk keadilan dan perdamaian.
Kepergian Mgr. Petrus Turang merupakan kehilangan besar bagi Gereja Katolik dan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Namun, warisan dan pengabdian beliau akan tetap dikenang dan menginspirasi banyak orang.
Semoga arwah Mgr. Petrus Turang diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin.