Gubernur NTT Kenang Uskup Petrus Turang: Tokoh Peduli Kesejahteraan Umat
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengenang Uskup Agung Emeritus Mgr. Petrus Turang sebagai tokoh agama yang peduli pada kesejahteraan umat dan masyarakat NTT di berbagai sektor, meninggalkan kenangan mendalam bagi banyak pihak.

Kupang, 5 April 2024 (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang. Almarhum dinilai sebagai tokoh agama yang sangat peduli terhadap kesejahteraan umat dan masyarakat NTT secara luas. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi berbagai kalangan, termasuk pemerintah daerah.
Hal ini disampaikan Gubernur Melki saat ditemui di Gereja Katedral Kristus Raja Kota Kupang, Sabtu, di sela-sela penyambutan jenazah Mgr. Petrus Turang. Gubernur mengungkapkan bahwa sejak tahun 2013 hingga saat ini, ia sering berdiskusi dengan mendiang Uskup seputar pengembangan ekonomi umat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT di berbagai sektor, seperti pertanian, kelautan dan perikanan, serta pariwisata.
Lebih lanjut, Gubernur Melki mengenang pesan Mgr. Petrus Turang saat ia mencalonkan diri sebagai Gubernur NTT. Almarhum berpesan agar Gubernur fokus pada peningkatan perekonomian masyarakat NTT. Gubernur juga mengungkapkan kenangan manisnya dengan Mgr. Petrus Turang saat Pilkada 2024, di mana almarhum rela datang dari Sulawesi Utara untuk mencoblos di Kupang, meskipun saat itu telah memasuki masa pensiun.
Sosok Mgr. Petrus Turang di Mata Gubernur
Gubernur Melki Laka Lena menggambarkan Mgr. Petrus Turang sebagai sosok yang tegas, lugas, dan tidak bertele-tele dalam menyampaikan pandangan dan keputusan. "Beliau bicara blak-blakan, penuh kasih sayang, dan mengabdi dengan tekun serta ulet bagi umat Keuskupan Agung Kupang" ujarnya. Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai sosok yang merangkul dan mencairkan suasana dalam berbagai forum gerejawi maupun lintas iman, berperan sebagai kakak dan penyejuk bagi para uskup muda di NTT.
Kepergian Mgr. Petrus Turang bukan hanya merupakan kehilangan bagi umat Katolik di NTT, tetapi juga bagi masyarakat dari berbagai agama. Kehadiran sejumlah tokoh penting, termasuk Presiden Prabowo di Jakarta untuk melayat, menjadi bukti bahwa Mgr. Petrus Turang merupakan tokoh agama yang dihormati dan dikenal luas oleh berbagai kalangan.
Proses penjemputan jenazah dari Bandara El Tari Kupang hingga ke Istana Keuskupan Kupang memakan waktu hampir tiga jam, sementara perjalanan dari istana keuskupan ke Gereja Katedral Kristus Raja membutuhkan waktu sekitar dua jam, mencerminkan besarnya penghormatan dan kesedihan yang dirasakan umat Katolik NTT.
Perhatian Mgr. Petrus Turang pada Kesejahteraan Umat
Selama masa kepemimpinannya, Mgr. Petrus Turang menunjukkan kepedulian yang besar terhadap kesejahteraan umat, khususnya dalam sektor ekonomi. Ia aktif mendorong pengembangan berbagai sektor unggulan di NTT, demi meningkatkan taraf hidup masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen Gubernur Melki Laka Lena dalam membangun NTT.
Keterlibatan Mgr. Petrus Turang dalam berbagai program pembangunan di NTT menunjukkan komitmennya untuk membangun daerah. Ia tidak hanya fokus pada aspek spiritual, tetapi juga memperhatikan aspek sosial ekonomi masyarakat. Hal ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak dalam membangun daerah NTT.
Kehadiran Mgr. Petrus Turang di tengah masyarakat NTT selama bertahun-tahun telah memberikan dampak positif yang signifikan. Ia menjadi teladan bagi banyak orang dalam hal kepemimpinan, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama.
Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam, namun warisan dan inspirasi yang diberikan akan tetap dikenang dan dihargai oleh masyarakat NTT.
Proses pemakaman Mgr. Petrus Turang berlangsung khidmat dan dihadiri oleh ribuan umat Katolik dan tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang. Hal ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh dan jasa beliau bagi masyarakat NTT.