Program Cek Kesehatan Gratis Natuna Diminati Rendah, Dinkes Cari Solusi
Meskipun semua Puskesmas di Natuna telah menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), antusiasme masyarakat masih rendah, sehingga Dinkes Natuna berupaya meningkatkan partisipasi warga.

Natuna, 28 Maret 2024 - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, ternyata belum mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Meskipun Dinas Kesehatan (Dinkes) Natuna menyatakan bahwa seluruh Puskesmas di wilayah tersebut telah melaksanakan program ini, tingkat partisipasi masyarakat masih terbilang rendah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinkes Natuna, Hikmat Aliansyah, saat dikonfirmasi dari Karimun, Jumat lalu.
Hikmat menjelaskan bahwa kurangnya minat masyarakat terhadap CKG disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor utama adalah tersedianya layanan kesehatan gratis melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah lama dinikmati oleh warga Natuna. Pemda Natuna diketahui menanggung iuran JKN bagi seluruh warganya, sehingga akses layanan kesehatan gratis telah tersedia bagi mereka. "Program CKG sudah dijalankan di semua Puskesmas, namun kurang diminati," ungkap Hikmat. "Selama ini, Pemda membayarkan iuran JKN untuk warga, jadi mereka bisa berobat gratis," tambahnya.
Kendala teknis juga turut menjadi faktor penghambat keberhasilan program CKG. Hikmat mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan seringkali mengalami kesulitan dalam mengunggah hasil pemeriksaan kesehatan warga ke dalam aplikasi. "Hasil pemeriksaan tidak bisa diunggah, mungkin karena keterbatasan sistem," jelasnya. Kondisi ini tentu saja mempersulit pemantauan dan evaluasi program CKG secara menyeluruh.
Upaya Peningkatan Partisipasi Masyarakat
Menyikapi rendahnya minat masyarakat terhadap program CKG, berbagai upaya tengah dilakukan untuk meningkatkan partisipasi. Kepala Puskesmas Serasan, Sarifah Anisah, misalnya, mengungkapkan rencana untuk mengirim surat kepada desa-desa di wilayah kerjanya. Tujuannya adalah untuk mengajak masyarakat agar memanfaatkan program CKG yang telah tersedia. Strategi ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif dan personal.
Anisah menjelaskan bahwa pelaksanaan pemeriksaan kesehatan akan dijadwalkan berdasarkan kesiapan masing-masing desa dalam mengumpulkan warganya. Dengan pendekatan yang lebih terorganisir ini, diharapkan program CKG dapat berjalan lebih optimal. "Karena CKG kurang diminati, kami akan mengundang desa-desa untuk mengajak warganya," ujar Anisah. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Puskesmas Serasan untuk meningkatkan akses dan pemanfaatan program CKG.
Sebelumnya, Pemkab Natuna menyatakan bahwa pelaksanaan CKG dilakukan secara bertahap. Berdasarkan pernyataan Kepala Dinkes Natuna pada Senin lalu, baru empat Puskesmas yang telah melaksanakan program ini, yaitu Puskesmas Ranai, Serasan, Bunguran Selatan, dan Pulau Laut. Kini, dengan pernyataan terbaru bahwa seluruh Puskesmas telah menjalankan program ini, diharapkan upaya peningkatan partisipasi masyarakat dapat segera membuahkan hasil yang signifikan.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Rendahnya minat masyarakat terhadap program CKG di Natuna menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Meskipun layanan kesehatan gratis telah tersedia melalui JKN, program CKG tetap memiliki peran penting dalam mendeteksi dini berbagai penyakit dan meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya strategi komunikasi yang lebih efektif untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat program CKG.
Selain itu, perlu juga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaporan dan pengolahan data hasil pemeriksaan kesehatan. Peningkatan kapasitas sistem dan pelatihan bagi tenaga kesehatan sangat penting untuk mengatasi kendala teknis yang dihadapi. Dengan mengatasi kendala teknis dan meningkatkan komunikasi publik, diharapkan program CKG dapat lebih optimal dan bermanfaat bagi masyarakat Natuna.
Ke depan, diharapkan program CKG dapat menjadi bagian integral dari upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Natuna. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan program CKG dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Natuna.