Psikologi Ibu: Kunci Utama Tumbuh Kembang Anak yang Optimal
Dokter RSJD Atma Husada Mahakam menekankan pentingnya kesehatan mental ibu untuk tumbuh kembang anak yang optimal, karena kondisi psikologis ibu sangat memengaruhi perkembangan anak.

Samarinda, 20 Februari 2024 - Sebuah penelitian terbaru dari Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam, Kalimantan Timur, menyoroti peran krusial kesehatan mental ibu dalam perkembangan anak. Dokter Feriza Purwawijaya mengungkapkan bahwa kondisi psikologis ibu menjadi faktor penentu utama bagi tumbuh kembang anak yang optimal. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers di Samarinda, Kamis lalu. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan dalam menjaga kesehatan mental ibu.
Menurut dr. Feriza, "Ibu adalah sosok pertama yang dikenal anak, sehingga kondisi psikologisnya akan sangat mempengaruhi bagaimana anak tumbuh dan berkembang." Seorang ibu yang sehat secara mental mampu memberikan pengasuhan yang penuh kasih sayang, perhatian, dan menciptakan lingkungan aman bagi anak untuk belajar dan bereksplorasi. Ia menambahkan bahwa kondisi mental ibu juga berdampak pada kemampuan anak dalam bersosialisasi dan belajar.
Lebih lanjut, dr. Feriza menjelaskan bahwa ibu yang bahagia dan terbebas dari stres akan lebih sabar dan pengertian dalam menghadapi perilaku anak. Mereka juga lebih mampu membangun ikatan emosional yang kuat. Sebaliknya, ibu yang mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan berisiko besar memberikan dampak negatif pada perkembangan anak. Anak dari ibu yang mengalami depresi atau kecemasan memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah perilaku, kesulitan belajar, dan gangguan emosional.
Dampak Kesehatan Mental Ibu pada Perkembangan Anak
Studi yang dilakukan oleh RSJD Atma Husada Mahakam menunjukkan korelasi yang kuat antara kesehatan mental ibu dan perkembangan anak. Ibu yang stres cenderung mudah marah dan kurang sabar, membuat anak merasa tidak aman dan tidak dicintai. Kondisi ini dapat mengganggu perkembangan emosional dan sosial anak secara signifikan. Anak-anak mungkin mengalami kesulitan dalam membentuk hubungan sosial yang sehat dan menghadapi tantangan dalam proses belajar.
Dokter Feriza menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan masalah kesehatan mental pada ibu. Ia menyarankan agar para ibu tidak ragu untuk mencari bantuan profesional jika merasa stres, cemas, atau depresi. "Kesehatan mental ibu adalah investasi penting bagi masa depan anak," tegasnya. Dukungan dari suami dan keluarga sangat krusial dalam menjaga kesehatan mental ibu. Keluarga perlu memberikan dukungan emosional dan praktis, seperti membantu pekerjaan rumah tangga, mendengarkan keluhan, dan menunjukkan kasih sayang.
Selain dukungan keluarga, para ibu juga disarankan untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri. "Setiap ibu membutuhkan waktu untuk *refreshing*. Lakukan kegiatan yang menyenangkan dan membuat ibu merasa rileks," saran dr. Feriza. Kegiatan ini dapat berupa hobi, olahraga, atau sekadar menghabiskan waktu berkualitas bersama teman-teman.
Menciptakan Lingkungan yang Mendukung Kesehatan Mental Ibu
Penting untuk diingat bahwa kesehatan mental ibu bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama. Dr. Feriza mengajak para kepala keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental ibu. Lingkungan yang suportif akan membantu ibu merasa lebih nyaman dan mampu memberikan pengasuhan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Hal ini mencakup pemahaman dan dukungan dari pasangan, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Kesimpulannya, menjaga kesehatan mental ibu merupakan kunci utama dalam memastikan tumbuh kembang anak yang optimal. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, lingkungan, hingga tenaga kesehatan profesional, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan mental ibu dan perkembangan anak yang sehat dan bahagia. Dengan demikian, investasi pada kesehatan mental ibu merupakan investasi untuk masa depan generasi penerus bangsa.
Lebih lanjut, RSJD Atma Husada Mahakam berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan layanan kesehatan mental bagi masyarakat, khususnya para ibu. Mereka berharap agar penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental ibu dan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih suportif bagi para ibu.