Ramadhan Lahirkan Jiwa Spiritual dan Kepedulian Sosial, Pesan Khatib Idul Fitri Ternate
Khatib Idul Fitri di Ternate menekankan pentingnya menjaga semangat Ramadhan, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjauhi sifat-sifat tercela demi kehidupan sosial yang harmonis.

Shalat Idul Fitri di Gelora Kieraha Ternate, Senin (31/3), menjadi saksi pesan penting dari Khatib DR. Hidayatusehan. Beliau menyampaikan bahwa bulan Ramadhan, yang baru saja dilalui, telah melahirkan jiwa spiritual dan kepedulian sosial yang tinggi di kalangan umat Muslim. Shalat Id tersebut dipimpin oleh Imam Mubarak Hi Muhammad dan dihadiri oleh ribuan jemaah, termasuk Wali Kota Ternate Tauhid Soleman dan Wakil Wali Kota Nasri Abubakar.
Menurut DR. Hidayatusehan, ibadah puasa selama Ramadhan, yang dijalani dari terbit fajar hingga terbenam matahari, serta tadarus dan sahur di malam hari, merupakan perjalanan spiritual yang mendalam. "Puasa adalah perjalanan spiritual yang mengajarkan manusia tentang tugasnya sebagai khalifah di muka bumi," tegasnya dalam khutbah. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat Ramadhan tersebut selama sebelas bulan ke depan, dengan tetap menjalankan ibadah puasa sunnah dan senantiasa menaati perintah Allah SWT.
Lebih lanjut, DR. Hidayatusehan, yang juga Imam Besar Masjid Kesultanan Ternate, menekankan pentingnya Ramadhan sebagai momentum untuk menahan hawa nafsu, saling memaafkan, dan meningkatkan kesadaran diri dalam bermasyarakat. Beliau mengidentifikasi tiga sifat yang membahayakan kehidupan sosial, yaitu nafsu syahwat, sifat yang menindas yang lemah, dan hawa nafsu yang berlebihan. Puasa, menurutnya, menjadi sarana efektif untuk mengendalikan sifat-sifat tersebut dan meningkatkan ketakwaan.
Meningkatkan Kepedulian Sosial dan Ketakwaan
Khatib juga menyoroti pentingnya zakat fitrah sebagai manifestasi kepedulian sosial. Zakat fitrah bukan hanya sekadar bantuan bagi kaum fakir miskin, tetapi juga perekat kebersamaan antara golongan kaya dan miskin. Ramadhan, menurutnya, mengajarkan kecintaan antarsesama dan semangat gotong royong dalam berbagi kepada kaum dhuafa, menjadikannya pedoman hidup dalam membangun kesejahteraan sosial.
Pesan ini sejalan dengan ucapan Wali Kota Ternate, Muhaad Tauhid Soleman, yang menyampaikan selamat Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Kota Ternate. Ia berharap agar nilai-nilai Ramadhan, khususnya kepedulian sosial dan ketakwaan, terus dijaga dan ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, pesan-pesan yang disampaikan dalam khutbah Idul Fitri di Ternate ini menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai spiritual dan sosial yang telah dipelajari selama bulan Ramadhan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis, saling peduli, dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Implementasi Nilai Ramadhan dalam Kehidupan Sehari-hari
Lebih dari sekadar ritual keagamaan, Ramadhan mendorong transformasi pribadi yang berdampak pada kehidupan sosial. Dengan menahan hawa nafsu selama sebulan penuh, diharapkan umat Muslim dapat mengendalikan emosi dan perilaku mereka, sehingga tercipta lingkungan yang lebih damai dan toleran.
Zakat fitrah, sebagai bentuk kepedulian sosial, juga menjadi bukti nyata implementasi nilai-nilai Ramadhan. Tindakan berbagi ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi kaum dhuafa, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan rasa kebersamaan dalam masyarakat.
Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Ramadhan, seperti kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial, bukan hanya selama bulan Ramadhan, tetapi juga sepanjang tahun. Hal ini akan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.
Dengan demikian, pesan-pesan yang disampaikan oleh khatib dan Wali Kota Ternate menjadi pengingat penting bagi seluruh umat Muslim untuk senantiasa mengamalkan nilai-nilai luhur agama dalam kehidupan sehari-hari, demi terwujudnya masyarakat yang lebih adil, harmonis, dan sejahtera.