Ramai! Penitipan Barang di Stasiun Gambir Masih Tinggi di H+3 Lebaran
Jasa penitipan barang di Stasiun Gambir tetap ramai di H+3 Lebaran 2025, meningkat hingga 10 persen dibandingkan hari biasa, terutama untuk pemudik yang ingin jalan-jalan sebelum naik kereta.

Jakarta, 3 April 2025 - Hingga tiga hari setelah Lebaran 2025 atau H+3 Idul Fitri 1446 Hijriah, jasa penitipan barang di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, masih ramai dikunjungi pemudik dan pengguna kereta api. Layanan penitipan barang berupa loker ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari normal, memberikan gambaran aktivitas stasiun pasca libur panjang.
Peningkatan ini dikonfirmasi oleh Sarjono (50), petugas penjaga loker di Stasiun Gambir. Menurutnya, jumlah pengguna jasa penitipan barang meningkat sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa. "Sekarang paling 10 persen karena kan masih ada juga yang pada mudik," ujar Sarjono saat ditemui di tempat kerjanya. Ia menjelaskan bahwa peningkatan ini terutama berasal dari pemudik yang hendak melakukan perjalanan, berbeda dengan pemudik yang kembali ke Jakarta dan langsung pulang.
Puncak peningkatan penggunaan jasa penitipan barang terjadi pada tanggal 27, 28, dan 29 Maret 2025, mencapai angka 50 persen lebih tinggi dari rata-rata hari biasa. "Rata-ratanya, biasanya, misalkan cuma 30 orang, ini bisa 50 orang," jelasnya. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat memanfaatkan layanan penitipan barang di Stasiun Gambir, terutama selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Layanan Penitipan Barang di Stasiun Gambir: Fleksibel dan Praktis
Tingginya permintaan jasa penitipan barang di Stasiun Gambir didorong oleh kebutuhan para pemudik yang ingin melakukan aktivitas lain sebelum keberangkatan kereta api. Banyak pemudik memanfaatkan waktu luang untuk jalan-jalan di sekitar Stasiun Gambir, mengunjungi Monas, berkeliling Jakarta, atau berbelanja di mal. "Ya, main dulu ke Monas atau jalan-jalan dulu keliling Jakarta atau main ke mall karena kan kalau kereta api biasanya kalau mepet-mepet takutnya macet ya. Jadi, lebih awal berangkat dulu, terus main," tutur Sarjono menjelaskan alasan tingginya peminat layanan ini.
Jam operasional layanan penitipan barang ini mengikuti jam operasional kereta api di Stasiun Gambir, yaitu mulai pukul 05.00 WIB hingga 23.00 WIB. Bahkan, terkadang layanan ini beroperasi hingga pukul 00.00 WIB untuk mengakomodasi jadwal kereta api tambahan. Keberadaan layanan ini sangat membantu para pemudik dan pengguna kereta api dalam mengatur barang bawaan mereka dengan lebih efisien.
Layanan penitipan barang ini telah beroperasi sejak tahun 2004 dan terletak di lantai satu gedung Stasiun Gambir. Berbeda dengan 'Shower and Locker' di lantai dua yang dikelola PT Kereta Api Indonesia, layanan ini merupakan usaha perseorangan. Hal ini menunjukkan adanya inisiatif swasta dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan penitipan barang di stasiun.
Tarif dan Layanan Tambahan
Tarif penitipan barang bervariasi tergantung ukuran loker yang disewa. Untuk sewa per jam, tarifnya berkisar antara Rp6.000 hingga Rp20.000, sedangkan sewa per hari berkisar antara Rp40.000 hingga Rp140.000. Selain layanan penitipan barang utama, tempat ini juga menawarkan layanan tambahan seperti fotokopi, pengisian daya ponsel, dan penjualan alat tulis kantor serta pulsa. Hal ini menambah nilai tambah dan kemudahan bagi para pengguna layanan.
Kesimpulannya, jasa penitipan barang di Stasiun Gambir menjadi solusi praktis bagi para pemudik dan pengguna kereta api yang ingin menyimpan barang bawaan mereka sementara waktu. Tingginya peminat layanan ini menunjukkan kebutuhan akan fasilitas penunjang perjalanan yang nyaman dan efisien di stasiun kereta api besar seperti Stasiun Gambir.