Razia Miras Ilegal DI Yogyakarta Diperketat Selama Ramadhan
Satpol PP DIY akan mengintensifkan razia miras ilegal selama Ramadhan 2025 untuk mencegah peredaran minuman keras dan menjaga ketertiban selama bulan puasa.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan meningkatkan operasi dan razia penjualan minuman keras (miras) ilegal selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah atau tahun 2025. Razia ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama bulan suci. Operasi rutin pengawasan peredaran miras akan ditingkatkan intensitasnya selama Ramadhan, terutama di lokasi-lokasi yang sebelumnya telah disegel.
Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, menyatakan bahwa razia akan dilakukan setiap hari dengan melibatkan Satpol PP kabupaten/kota dan kepolisian. Mereka akan memastikan tidak ada peredaran miras ilegal, khususnya di tempat-tempat yang pernah terjaring razia sebelumnya. Pihaknya menekankan pentingnya menjaga kondusivitas selama bulan Ramadhan, sehingga penjualan miras selama bulan puasa dianggap tidak tepat.
"Pemantauan peredaran miras sudah menjadi operasi rutin. Kita mengawasi terkait dengan yang menjual minuman ilegal dan selama bulan puasa kita akan tingkatkan lagi," ujar Noviar Rahmad di Yogyakarta, Rabu.
Pengawasan Ketat dan Tantangan Peredaran Miras Online
Hingga saat ini, Satpol PP DIY mengaku belum menemukan pelanggaran terkait penjualan miras di toko-toko yang sebelumnya telah disegel. Namun, Noviar mengakui adanya tantangan baru dalam bentuk penjualan miras secara daring atau online. Hal ini menyulitkan petugas dalam melakukan pengawasan dan penindakan.
"Mungkin ada yang jual sembunyi-sembunyi yang lewat online ini yang kami tidak bisa bergerak," imbuhnya. Selain penjualan online, kendala lain yang dihadapi adalah minimnya laporan dari masyarakat terkait keberadaan penjual miras ilegal. Padahal, informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu Satpol PP dalam melakukan pengawasan.
"Kami butuh informasi dari warga mengenai keberadaan penjual miras ilegal. Laporan bisa disampaikan melalui WhatsApp atau melalui cara apa pun, dan identitas pelapor akan kami rahasiakan. Kami tidak akan pernah buka ke publik," jelas Noviar.
Langkah Antisipasi dan Fokus Operasi
Menjelang Ramadhan, Satpol PP DIY akan memfokuskan operasi pada lokasi-lokasi yang dicurigai masih menjual miras secara sembunyi-sembunyi. Namun, penindakan tetap akan didasarkan pada laporan dari masyarakat. Langkah ini diambil untuk memastikan efektivitas operasi dan menghindari tindakan yang tidak berdasarkan bukti yang kuat.
"Berdasarkan informasi itu baru bergerak. Jadi, tidak langsung bergerak dulu. Kita tentu harus berdasarkan informasi di lapangan," tutur Noviar. Dengan demikian, peran serta masyarakat sangat penting dalam memberantas peredaran miras ilegal di DIY selama Ramadhan.
Satpol PP DIY berharap masyarakat dapat berperan aktif dengan melaporkan setiap informasi terkait penjualan miras ilegal. Kerjasama antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif selama bulan Ramadhan. Kerahasiaan identitas pelapor akan dijamin oleh Satpol PP DIY.
Kesimpulan
Intensifikasi razia miras ilegal oleh Satpol PP DIY selama Ramadhan 2025 merupakan upaya untuk menciptakan suasana yang kondusif selama bulan puasa. Meskipun menghadapi tantangan seperti penjualan online dan minimnya laporan dari masyarakat, Satpol PP DIY tetap berkomitmen untuk memberantas peredaran miras ilegal dengan mengandalkan informasi dari masyarakat dan kerjasama dengan pihak kepolisian.