RI-Malaysia Jalin Koordinasi Hadapi Kebijakan Tarif Resiprokal AS
Menko Airlangga Hartarto mengunjungi Malaysia untuk membahas strategi bersama dalam menghadapi dampak kebijakan tarif resiprokal AS terhadap negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, melakukan kunjungan ke Malaysia untuk membahas respons bersama terhadap kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat. Kunjungan ini dilakukan pada 3 dan 4 April 2024, di mana Airlangga bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Malaysia, termasuk Wakil Perdana Menteri I Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi dan Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim.
Kunjungan Airlangga ke Malaysia, yang saat ini memegang Keketuaan ASEAN 2025, dinilai sangat penting untuk memperkuat kerja sama antar negara ASEAN dalam menghadapi tantangan global, termasuk dampak kebijakan tarif resiprokal AS. Hal ini disampaikan langsung oleh Airlangga dalam keterangannya di Jakarta. Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk berkoordinasi secara aktif dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Pertemuan-pertemuan tersebut membahas berbagai aspek kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Malaysia, serta strategi bersama untuk menghadapi dampak negatif kebijakan tarif AS. Baik Airlangga maupun PM Anwar Ibrahim menekankan pentingnya kerja sama regional untuk memperkuat posisi ASEAN dalam perdagangan global dan menarik investasi.
Kerja Sama RI-Malaysia Hadapi Kebijakan AS
Dalam pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri I Malaysia, Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, Airlangga membahas perkembangan terbaru kebijakan tarif resiprokal AS. Pertemuan dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim kemudian membahas kerja sama ekonomi yang lebih luas, termasuk peningkatan perdagangan dan investasi antara kedua negara. Anwar Ibrahim menekankan pentingnya memanfaatkan hubungan erat kedua negara untuk memperkuat kegiatan ekonomi dan perdagangan.
Pertemuan dengan Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri (MITI) Malaysia, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Azis, menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat ekonomi regional ASEAN. Tengku Zafrul menekankan pentingnya persatuan ASEAN dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Airlangga juga menegaskan pentingnya posisi ASEAN di Indo-Pasifik sebagai kekuatan ekonomi regional.
Kedua pihak sepakat bahwa suara ASEAN perlu lebih lantang dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Mereka juga sepakat untuk memanfaatkan Perjanjian Kerangka Kerja Perdagangan dan Investasi (TIFA) untuk mencari keuntungan dari perdagangan timbal balik dan mengupayakan berbagai perjanjian kerjasama dengan AS.
Strategi Bersama ASEAN
Airlangga menekankan perlunya sinkronisasi antar negara ASEAN dalam menghadapi dampak kebijakan tarif resiprokal AS. Ia menyadari bahwa semua negara ASEAN terkena dampak kebijakan tersebut dan perlu membangun komunikasi kolektif dengan pemerintah AS. Baik Indonesia maupun Malaysia mengakui bahwa kebijakan tarif Presiden Trump menimbulkan tantangan besar terhadap dinamika perdagangan global.
Meskipun menghormati kebijakan AS, Indonesia dan Malaysia berkomitmen untuk menjaga kepentingan ekonomi masing-masing dan hubungan perdagangan yang kuat dengan AS. Kunjungan Airlangga ke Malaysia menjadi langkah penting dalam membangun konsolidasi regional ASEAN untuk menghadapi tantangan ekonomi global dan memperkuat posisi ASEAN di panggung internasional.
Pertemuan-pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral dan regional, serta untuk menyatukan suara ASEAN dalam menghadapi kebijakan proteksionis negara-negara besar. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia dan Malaysia untuk menjaga stabilitas ekonomi regional dan memperkuat posisi tawar ASEAN di kancah global.
Dengan memanfaatkan Perjanjian Kerangka Kerja Perdagangan dan Investasi (TIFA), Indonesia dan Malaysia berupaya untuk memaksimalkan keuntungan dari perdagangan bilateral dan mencari peluang kerja sama baru dengan AS. Langkah ini menunjukkan pendekatan yang proaktif dan pragmatis dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Pentingnya Kerja Sama Regional
Kesimpulannya, kunjungan Menko Airlangga ke Malaysia menandai langkah penting dalam upaya Indonesia untuk memperkuat kerja sama regional ASEAN dalam menghadapi dampak kebijakan tarif resiprokal AS. Koordinasi dan sinkronisasi antar negara ASEAN sangat penting untuk menghadapi tantangan ini secara kolektif dan efektif. Kerja sama bilateral antara Indonesia dan Malaysia, khususnya melalui pemanfaatan TIFA, juga akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat posisi tawar ASEAN di dunia.