Sejarah Kemaritiman Perkuat Persahabatan RI-Rusia, Diungkap Dubes Tolchenov
Duta Besar Rusia sebut sejarah kemaritiman menjadi kunci utama penguatan hubungan bilateral RI-Rusia, ditandai dengan kerja sama militer dan latihan maritim bersama.

Jakarta, 24 Maret 2025 - Hubungan bilateral Indonesia dan Rusia semakin erat berkat sejarah kemaritiman kedua negara. Hal tersebut diungkapkan oleh Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, dalam pembukaan pameran lukisan maritim angkatan laut Rusia di Museum Bahari Jakarta pada Senin. Pameran ini menampilkan sejarah panjang kerja sama maritim kedua negara, mencakup berbagai aspek, dari kerja sama militer hingga latihan maritim bersama.
Dalam sambutannya, Dubes Tolchenov menekankan pentingnya sejarah kemaritiman sebagai fondasi hubungan kuat kedua negara. Ia menyebut kerja sama maritim RI-Rusia telah terjalin sejak lama, bahkan saat Uni Soviet masih ada. Kunjungan ini juga menandai kerja sama yang erat antara kedua negara dalam bidang kebudayaan dan sejarah maritim.
Pembukaan pameran lukisan "Marine Ships Must Be" di Museum Bahari Jakarta menjadi bukti nyata dari keakraban hubungan Indonesia dan Rusia. Pameran ini menampilkan karya seni yang menggambarkan sejarah panjang dan kejayaan angkatan laut Rusia, sekaligus menjadi simbol kerja sama yang erat antara kedua negara.
Sejarah Kerja Sama Maritim RI-Rusia
Dubes Tolchenov memaparkan sejumlah bukti konkret kerja sama maritim antara Indonesia dan Rusia. Salah satunya adalah pemberian sejumlah armada kapal perang oleh Uni Soviet kepada Angkatan Laut Indonesia pada masa lalu. "Kami sangat bangga atas sejarah heroik Angkatan Laut Rusia. Kami menghargai memori atas para panglima dan pelaut Rusia, serta sejarah kerja sama Rusia dan Indonesia di bidang maritim," ujar Dubes Tolchenov. Kapal selam KRI Pasopati (1952) dan kapal tempur KRI Irian (1962), yang kini menjadi museum di Surabaya, menjadi simbol kuat kerja sama militer Uni Soviet-Indonesia.
Lebih lanjut, Dubes Tolchenov juga menyinggung latihan bersama Angkatan Laut Indonesia dan Rusia, seperti Latihan Bersama Orruda di Surabaya pada 4-8 November 2024, latihan perdana antara kedua angkatan laut. Partisipasi AL Rusia dalam Latihan Maritim Multilateral Komodo 2025 (MNEK) di perairan Bali juga menunjukkan komitmen kedua negara dalam kerja sama maritim. Rusia bahkan menjadi delegasi angkatan laut dengan armada terbanyak kedua setelah Indonesia dalam latihan tersebut.
Kerja sama ini, menurut Dubes Tolchenov, membuktikan komitmen bersama dalam memajukan kerja sama maritim. Ia menambahkan bahwa hubungan bilateral yang saling menguntungkan terus berkembang secara dinamis di berbagai bidang, termasuk kemaritiman. "Hal-hal tersebut merupakan pengingat bahwa hubungan kita yang saling menguntungkan terus berkembang secara dinamis di berbagai bidang, termasuk kemaritiman," tegasnya.
Pameran "Marine Ships Must Be"
Pameran "Marine Ships Must Be" yang berlangsung hingga 16 April 2025 di Ruang Sunda Kelapa, Museum Bahari Jakarta, merupakan hasil kerja sama antara Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Museum Bahari Jakarta, dan Museum of the World Ocean di Kaliningrad, Rusia. Pameran ini menyajikan sejumlah lukisan yang menggambarkan sejarah kejayaan angkatan laut Rusia selama ratusan tahun.
Pameran ini tidak hanya menampilkan keindahan karya seni, tetapi juga menjadi media diplomasi yang efektif untuk mempererat hubungan kedua negara. Melalui pameran ini, masyarakat Indonesia dapat lebih mengenal sejarah kemaritiman Rusia dan sekaligus memperkuat pemahaman tentang kerja sama bilateral yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Dengan menampilkan sejarah kemaritiman Rusia, pameran ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap sejarah dan budaya maritim, serta memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Rusia. Pameran ini juga menjadi bukti nyata komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk di bidang kemaritiman.
Kesimpulannya, kerja sama maritim antara Indonesia dan Rusia telah terjalin dengan kuat selama bertahun-tahun, dan pameran ini menjadi bukti nyata dari hubungan bilateral yang semakin erat. Sejarah kemaritiman yang sama-sama dimiliki kedua negara menjadi fondasi yang kokoh bagi kerja sama di masa depan.