Stok Beras NTT Aman hingga 5 Bulan ke Depan, Bulog Pastikan Cukup untuk Lebaran
Bulog NTT memastikan stok beras aman hingga empat sampai lima bulan ke depan, mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

Kupang, 26 Maret 2024 - Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan stok beras di wilayah tersebut aman hingga empat sampai lima bulan ke depan. Hal ini disampaikan Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah NTT, Himawan, di Kupang, Rabu (26/3), menanggapi kekhawatiran akan ketersediaan beras menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Himawan menjelaskan bahwa stok beras Bulog NTT saat ini mencapai 21.329 ton. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTT selama beberapa bulan mendatang. Pernyataan ini memberikan jaminan kepada masyarakat NTT bahwa kebutuhan pokok menjelang dan selama Lebaran tercukupi.
Ketersediaan beras ini tidak hanya mengandalkan stok yang sudah ada. Bulog juga aktif melakukan penyerapan beras dari petani melalui program kerja sama dengan TNI. Program ini bertujuan untuk menambah pasokan beras dan menjamin ketahanan pangan di NTT.
Stok Beras Bulog NTT Mencukupi Kebutuhan hingga Lebaran
Dengan stok beras yang mencapai 21.329 ton, Bulog NTT memastikan ketersediaan beras hingga empat hingga lima bulan ke depan. Jumlah tersebut diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk selama bulan Ramadan dan Idul Fitri. Himawan menambahkan bahwa angka ini masih akan bertambah.
Proses penyerapan beras dari petani masih berlangsung. Himawan menjelaskan bahwa masa panen raya diprediksi jatuh pada akhir Maret hingga April. Hasil panen tersebut sebagian akan diserap Bulog, sementara sisanya akan dikonsumsi oleh petani sendiri. Hal ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung petani dan menjaga stabilitas harga beras.
Selain penyerapan dari petani lokal, Bulog juga tengah menunggu kedatangan tambahan beras sekitar 3.000 ton dari Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Pengiriman ini bertujuan untuk menambah stok operasional dan memastikan ketersediaan beras di NTT tetap terjaga. Dengan tambahan tersebut, total stok operasional Bulog NTT akan mencapai sekitar 24.329 ton.
Distribusi Beras dari Daerah Surplus
Himawan menjelaskan bahwa pengiriman beras dari daerah surplus, seperti Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat, dilakukan untuk mengoptimalkan stok di gudang-gudang Bulog. Daerah-daerah yang memiliki surplus beras akan mengirimkan stoknya ke daerah lain yang membutuhkan, termasuk NTT. Sistem distribusi ini bertujuan untuk menjamin pemerataan ketersediaan beras di seluruh Indonesia.
Langkah ini menunjukkan upaya Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di seluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya koordinasi antar daerah, Bulog dapat memastikan pasokan beras tetap terjaga, terutama di daerah-daerah yang memiliki permintaan tinggi, seperti NTT selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.
Dengan demikian, masyarakat NTT tidak perlu khawatir akan kekurangan beras menjelang dan selama Hari Raya Idul Fitri. Bulog berkomitmen untuk terus memantau stok dan memastikan ketersediaan beras mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Stok beras aman saat ini, dan bisa bertahan empat hingga lima bulan ke depan," kata Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah NTT Himawan.