Terminal Patih Rumbih Layani Ribuan Penumpang Selama Arus Mudik Lebaran
Terminal Patih Rumbih di Sampit, Kalimantan Tengah, melayani 10.363 penumpang selama arus mudik Lebaran 2025, meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu.

Terminal Patih Rumbih di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menjadi saksi bisu peningkatan mobilitas masyarakat selama arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Selama periode 21-30 Maret 2025, terminal tersebut melayani total 10.363 penumpang; terdiri dari 1.438 penumpang naik, 1.331 penumpang turun, dan 7.594 penumpang transit. Hal ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan jumlah penumpang ini dikonfirmasi oleh Pelaksana Tugas Kepala Terminal Patih Rumbih, Romie Adriadi. Beliau menjelaskan bahwa angka tersebut didapat dari aktivitas 40 armada yang melakukan 302 kali kedatangan dan keberangkatan selama periode arus mudik. Romie juga mencatat adanya perbedaan signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2024, di mana jumlah penumpang hanya mencapai 8.870 orang.
Beberapa faktor berkontribusi terhadap peningkatan jumlah penumpang tahun ini. Salah satu faktor utama adalah program mudik gratis pemerintah yang kuotanya meningkat. Tahun ini, kuota mudik gratis dari Palangka Raya ke Sampit bertambah menjadi empat bus, dari sebelumnya hanya dua bus. Begitu pula dengan rute Palangka Raya-Pangkalan Bun yang meningkat dari lima menjadi tujuh bus. Selain itu, libur Lebaran yang bertepatan dengan libur sekolah juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah penumpang.
Peningkatan Penumpang dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya
Romie Adriadi menambahkan bahwa harga tiket yang relatif terjangkau juga menjadi faktor pendukung. Walaupun ada kenaikan harga tiket sejak H-7, kenaikan tersebut tidak signifikan, hanya sekitar Rp10.000 - Rp15.000. "Libur Lebaran kali ini juga bertepatan dengan libur sekolah dan waktunya cukup panjang, sehingga para pelajar maupun mahasiswa memilih untuk pulang kampung. Harga tiket juga tergolong masih terjangkau, walaupun ada kenaikan sejak H-7 tapi tidak signifikan, kisaran Rp10 ribu - Rp15 ribu saja kenaikannya," jelasnya.
Terminal Patih Rumbih memang dikenal sebagai terminal transit utama dengan rute-rute yang menghubungkan beberapa kota penting di Kalimantan Tengah. Rute-rute tersebut meliputi Palangka Raya - Sampit - Pangkalan Bun, Pangkalan Bun - Sampit - Palangka Raya, dan Pangkalan Bun - Sampit - Palangka Raya - Banjarmasin. Hal inilah yang menjelaskan mengapa jumlah penumpang transit jauh lebih banyak dibandingkan penumpang naik atau turun.
Dengan tingginya jumlah penumpang transit, manajemen terminal perlu memastikan kelancaran arus penumpang. Fasilitas dan layanan yang memadai menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola lonjakan penumpang selama musim mudik dan balik. Keberhasilan dalam mengelola arus penumpang ini akan memberikan dampak positif terhadap kepuasan pengguna jasa transportasi.
Antisipasi Arus Balik Lebaran
Meskipun arus balik telah dimulai sejak 1 April 2025, Romie Adriadi menyatakan bahwa jumlah penumpang masih terbilang landai. Pihaknya telah bersiap menghadapi potensi lonjakan penumpang selama periode arus balik. Manajemen Terminal Patih Rumbih Sampit bersama satgas posko angkutan Lebaran 2025 terus berupaya menjaga agar arus balik berjalan lancar dan kondusif.
"Arus balik sudah dimulai sejak 1 April, tapi jumlah penumpangnya masih terbilang landai. Berbeda dengan arus mudik, pada arus balik biasanya orang lebih santai untuk menentukan jadwal berangkatnya. Kalau arus mudik kan biasanya mengejar waktu sebelum Lebaran," kata Romie.
Pihak terminal terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para penumpang selama perjalanan arus balik. Koordinasi yang baik dengan berbagai pihak terkait akan sangat membantu dalam mengantisipasi dan mengatasi berbagai kemungkinan kendala yang mungkin terjadi selama arus balik Lebaran.
Secara keseluruhan, peningkatan jumlah penumpang di Terminal Patih Rumbih selama arus mudik Lebaran 2025 menandakan meningkatnya mobilitas masyarakat. Hal ini juga menjadi tantangan bagi pihak pengelola terminal untuk senantiasa meningkatkan pelayanan dan fasilitas guna memastikan kenyamanan dan keamanan para penumpang.