Lonjakan Penumpang AKAP di Samarinda: 33 Bus Antar-Provinsi Ramaikan Terminal Seberang
Terminal Samarinda Seberang mengalami peningkatan signifikan pergerakan bus AKAP hingga 33 unit per hari selama arus mudik Lebaran, menandakan aktivitas transportasi antar-provinsi yang tinggi di Kalimantan Timur.

Terminal Tipe A Samarinda Seberang di Kalimantan Timur mengalami peningkatan signifikan dalam pergerakan bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) selama tiga hari terakhir menjelang arus mudik Lebaran. Data mencatat rata-rata 33 unit bus AKAP datang dan berangkat dari terminal tersebut setiap harinya. Peningkatan ini menunjukkan aktivitas transportasi antar-provinsi yang cukup tinggi di wilayah Samarinda dan sekitarnya.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Yunita Sari, menjelaskan bahwa kondisi terminal tetap terpantau lancar dan aman. "Kondisi di terminal sepanjang hari ini cerah dan tidak ada kejadian insidental yang menonjol," ujarnya. Peningkatan ini terutama terlihat pada rute Kalimantan Timur-Kalimantan Selatan, dengan Banjarmasin sebagai kota asal sebagian besar bus AKAP.
Data menunjukan lonjakan jumlah penumpang dan bus yang signifikan. Sebagai contoh, pada tanggal 28 Maret, sebanyak 15 bus AKAP tiba dari Banjarmasin membawa 180 penumpang (penumpang yang turun di Samarinda, karena sebagian telah turun di daerah lain seperti Paser, PPU, dan Balikpapan). Sebanyak 18 bus AKAP lainnya berangkat dari terminal yang sama pada hari yang sama, mengangkut 448 penumpang.
Lonjakan Pergerakan Bus AKAP di Samarinda
Perbandingan data pergerakan bus AKAP di Terminal Samarinda Seberang menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Pada tanggal 26 Maret, tercatat 10 bus AKAP tiba dengan 105 penumpang dan 15 bus berangkat dengan 410 penumpang. Kemudian, pada tanggal 27 Maret, jumlahnya meningkat menjadi 11 bus AKAP tiba (136 penumpang) dan 17 bus AKAP berangkat (422 penumpang). Peningkatan ini berlanjut hingga 28 Maret, mencapai puncaknya dengan 33 bus AKAP yang beroperasi.
Yunita Sari menekankan bahwa pihak terminal terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, terutama menjelang hari libur besar. "Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang, terutama menjelang hari libur atau perayaan tertentu," katanya. Hal ini menunjukkan kesiapan pihak terminal dalam menghadapi peningkatan volume penumpang dan memastikan kelancaran arus mudik.
Terminal Tipe A Samarinda Seberang berperan sebagai pintu gerbang utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antar-provinsi, terutama menuju dan dari Kalimantan Selatan. Peningkatan aktivitas di terminal ini mencerminkan dinamika mobilitas penduduk di wilayah Kalimantan.
Protokol Kesehatan dan Fasilitas Penunjang
Meskipun terjadi peningkatan jumlah penumpang dan bus AKAP, Yunita memastikan bahwa protokol kesehatan tetap diterapkan secara ketat di area terminal. "Kami mengimbau kepada seluruh penumpang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara teratur," imbuhnya. Hal ini menunjukkan komitmen pihak terminal dalam menjaga keselamatan dan kesehatan para penumpang.
Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, terminal menyediakan berbagai fasilitas pendukung, antara lain ruang tunggu ber-AC, toilet bersih, ruang laktasi, tenant UMKM di teras terminal, dan area parkir yang luas. Fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi para pengguna jasa transportasi AKAP.
Secara keseluruhan, peningkatan pergerakan bus AKAP di Terminal Samarinda Seberang menunjukkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Pihak terminal terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keselamatan serta kenyamanan para penumpang.