TMMD ke-123 di Sumbawa Barat Berakhir, Danrem Harap Hasilnya Bermanfaat untuk Masyarakat
Danrem 162/Wira Bhakti berharap hasil TMMD ke-123 di Sumbawa Barat, berupa pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, dapat dinikmati dan dirawat dengan baik.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, resmi ditutup pada Kamis, 20 Maret 2024. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kodim 1628/Sumbawa Barat ini menghasilkan berbagai pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Upacara penutupan yang dipimpin langsung oleh Danrem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, berlangsung di Lapangan SMPN 5 Taliwang, Desa Batu Putih, Kecamatan Taliwang.
Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief menyampaikan harapannya agar hasil TMMD ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumbawa Barat. Ia menekankan pentingnya perawatan infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Selain itu, Danrem juga berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan selama pelaksanaan TMMD dapat terus dilestarikan sebagai modal pembangunan.
Dalam sambutannya, Danrem juga menyampaikan permohonan maaf jika selama pelaksanaan TMMD terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Keberhasilan TMMD ke-123 ini, menurutnya, merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya di daerah terpencil dan terisolasi. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Infrastruktur Baru untuk Masyarakat Sumbawa Barat
TMMD ke-123 di Sumbawa Barat tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan sosial dan ekonomi. Program ini memberikan dampak positif bagi Desa Batu Putih dan sekitarnya di Kecamatan Taliwang. Masyarakat diharapkan tidak hanya merasakan manfaat dari pembangunan fisik, tetapi juga merasakan penguatan hubungan antara TNI dan rakyat serta semangat kebersamaan.
Pembangunan infrastruktur yang telah terwujud dalam TMMD ke-123 ini meliputi berbagai sektor penting bagi kehidupan masyarakat. Salah satu fokus utama adalah peningkatan aksesibilitas dengan pembukaan jalan usaha tani sepanjang 1.700 meter. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui kemudahan akses ke lahan pertanian.
Selain itu, program ini juga berhasil membangun lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) untuk masyarakat kurang mampu. Pembangunan ini memberikan solusi nyata bagi warga yang sebelumnya tinggal di rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan dan keselamatan. Rumah-rumah baru ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Tidak hanya rumah tinggal, TMMD ke-123 juga membangun fasilitas umum yang penting bagi kehidupan bermasyarakat. Salah satu contohnya adalah pembangunan Masjid Nurul Iman Batu Putih. Masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan memperkuat tali silaturahmi antar warga.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan akses air bersih, TMMD ke-123 juga membangun enam titik sumur bor. Sumur-sumur ini akan memberikan akses air bersih yang lebih mudah bagi masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan sanitasi lingkungan.
Semangat Gotong Royong dan Sinergitas
Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam pembangunan. Menurutnya, semangat ini merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus dilestarikan. Pelaksanaan TMMD ke-123 telah menunjukkan contoh nyata bagaimana semangat gotong royong dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan rasa kebersamaan.
Keberhasilan TMMD ke-123 juga merupakan cerminan dari sinergitas yang baik antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kerja sama yang solid ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan program-program pembangunan di masa mendatang dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Penutupan TMMD ke-123 di Sumbawa Barat menandai berakhirnya satu tahap pembangunan, tetapi juga merupakan awal dari pemeliharaan dan pemanfaatan hasil pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Semoga semangat gotong royong dan sinergitas yang terbangun selama program ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi pembangunan di daerah lain.
"Semoga hasil program TMMD ini memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief. Ia juga berharap agar masyarakat dapat terus menanamkan semangat gotong royong dan menjaga serta merawat hasil pembangunan yang telah terwujud.
Dengan selesainya program TMMD ke-123, diharapkan masyarakat di Desa Batu Putih dan sekitarnya dapat merasakan manfaat pembangunan yang berkelanjutan dan mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.