Tragedi Banjir Jambi: Warga Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan
Hujan deras di Jambi menyebabkan banjir dan longsor, menewaskan seorang warga yang tertimpa reruntuhan bangunan saat membersihkan saluran air.

Seorang warga Kota Jambi, Syaiful (49), meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan akibat longsor yang dipicu oleh banjir di Kelurahan Kebun Handil, Jelutung, pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur Kota Jambi sejak pagi hari. Kejadian ini melibatkan Syaiful dan dua rekannya, Aldi (21) dan Deni (40), yang sedang membersihkan saluran air di kamar mandi bengkel yang tergenang banjir setinggi sekitar 50 cm. Insiden ini menyoroti bahaya banjir dan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi bangunan saat musim hujan.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari istri korban. Dalam waktu lima menit, tim evakuasi tiba di lokasi dan langsung memulai proses penyelamatan. Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari, menjelaskan kecepatan respon tim dalam menangani kejadian ini. Kecepatan dan koordinasi tim evakuasi menjadi kunci keberhasilan dalam menemukan korban.
Proses evakuasi korban yang dilakukan oleh 15 personel Damkartan Kota Jambi dari satuan tugas Pleton 3 Mako Damkar, menggunakan armada rescue dan fire jeep, berlangsung selama 20 menit. Meskipun dua rekan korban, Aldi dan Deni, turut terdampak, Aldi berhasil selamat tanpa luka, sementara Deni mengalami luka ringan di kepala. Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan perlunya langkah-langkah pencegahan.
Evakuasi Cepat Damkartan Kota Jambi
Tim Damkartan Kota Jambi berhasil mengevakuasi korban dari bawah reruntuhan bangunan dalam waktu 20 menit. Kecepatan respon dan profesionalisme petugas Damkartan menjadi faktor penting dalam proses evakuasi. "Tim kami bekerja cepat dan dalam waktu 20 menit berhasil menemukan korban di bawah reruntuhan," ujar Mustari, Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi. Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan dan kemampuan Damkartan dalam menangani situasi darurat.
Proses evakuasi melibatkan penggunaan armada rescue dan fire jeep yang menunjukan kesiapan peralatan yang memadai. Kehadiran 15 personel dari satuan tugas Pleton 3 Mako Damkar juga menunjukkan komitmen dan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi bencana. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.
Mustari juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi bangunan, terutama saat curah hujan tinggi. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan keadaan darurat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Hal ini menunjukkan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya mitigasi bencana.
Imbauan Waspada dan Laporan Cepat
Menyusul kejadian ini, Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan mereka, terutama selama musim hujan. Ia menekankan pentingnya memeriksa kondisi bangunan secara berkala untuk mencegah kejadian serupa. "Kami juga mengingatkan warga untuk segera melaporkan keadaan darurat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat," tegas Mustari.
Imbauan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan akibat bencana alam. Kerjasama antara masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam upaya mitigasi bencana. Laporan cepat dari masyarakat akan mempercepat proses penanganan darurat dan meminimalisir korban jiwa. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana.
Selain itu, Mustari juga menekankan pentingnya laporan cepat kepada pihak berwenang jika terjadi keadaan darurat. Respon cepat dari masyarakat dan pemerintah sangat krusial dalam mengurangi dampak bencana. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan kerjasama dalam menghadapi bencana alam.
Jenazah korban, Syaiful, telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi perhatian bagi masyarakat Kota Jambi. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa korban dan dua rekannya sedang membersihkan saluran air yang tersumbat akibat banjir. Tiba-tiba, lantai bangunan longsor, menyebabkan Syaiful jatuh ke anak sungai dan tertimpa reruntuhan. Kejadian ini menyoroti bahaya membersihkan saluran air saat kondisi bangunan tidak stabil, terutama selama banjir.