Tragedi Tenggelamnya Kapal di Perairan Wini: Mantan Bupati TTU Ditemukan Meninggal
Mantan Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Fernandes, ditemukan meninggal dunia setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam di Perairan Pantai Wini, menambah jumlah korban meninggal menjadi tiga orang.

Kecelakaan laut yang terjadi di Perairan Pantai Wini, Kecamatan Biboki, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu malam, 26 Maret 2024, telah menelan korban jiwa. Salah satu korban yang ditemukan meninggal dunia adalah Raymundus Fernandes, mantan Bupati TTU periode 2010-2020. Kejadian ini terjadi saat sekelompok nelayan tengah melaut dan diterjang gelombang dan angin kencang yang menyebabkan kapal mereka terbalik dan tenggelam. Proses pencarian dan penyelamatan melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai instansi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, membenarkan kabar duka tersebut. "Hasil pencarian, dua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, salah satunya korban bernama Raymundus Fernandes," ujar Bekabel saat dihubungi ANTARA di Kupang, Kamis, 27 Maret 2024. Selain Raymundus Fernandes, korban meninggal lainnya adalah Adrianus Mado. Proses pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan dua korban lainnya, yaitu Mus Bani dan Boy Bani.
Total delapan orang dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa nahas tersebut. Tiga orang berhasil selamat, yaitu Kasmir Koa, Irenius Opat, dan Melianus Yori Betay. Kejadian ini menyoroti bahaya cuaca buruk bagi nelayan dan pentingnya kewaspadaan saat melaut. Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang.
Pencarian dan Evakuasi Korban
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, TNI, Polri, dan masyarakat sekitar, langsung bergerak melakukan pencarian setelah menerima laporan pada pukul 06.40 WITA. Lima orang personel SAR diberangkatkan dengan perahu karet dan peralatan pendukung lainnya. Proses pencarian yang dilakukan sejak Kamis dini hari hingga saat ini masih terus berlangsung.
Pencarian yang dilakukan di tengah kondisi cuaca yang masih kurang bersahabat ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras tim SAR dalam mengevakuasi korban. Keberhasilan menemukan jenazah Raymundus Fernandes dan Adrianus Mado memberikan sedikit kelegaan, namun pencarian masih terus berlanjut untuk menemukan dua korban yang masih hilang.
Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan hati-hati dan penuh kehormatan. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya di laut, terutama saat kondisi cuaca buruk.
Kronologi Kejadian dan Kondisi Cuaca
Peristiwa nahas ini bermula pada Rabu malam, 26 Maret 2024, saat perahu yang ditumpangi delapan nelayan, termasuk mantan Bupati Raymundus Fernandes, tengah melaut. Tiba-tiba, perahu mereka dihantam gelombang dan angin kencang yang mengakibatkan kapal tersebut terbalik dan tenggelam. Cuaca buruk menjadi faktor utama penyebab kecelakaan ini.
Kondisi cuaca buruk yang melanda perairan Wini pada malam itu menunjukkan pentingnya prediksi cuaca yang akurat bagi para nelayan. Informasi cuaca yang tepat dan akurat dapat membantu nelayan untuk mengambil keputusan yang tepat dan menghindari risiko kecelakaan di laut. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peralatan keselamatan dan pelatihan bagi nelayan.
Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat TTU. Semoga proses pencarian korban yang masih hilang dapat segera membuahkan hasil dan keluarga korban diberikan ketabahan.
Kondisi Cuaca: Gelombang tinggi dan angin kencang.
Jumlah Korban: 8 orang (3 selamat, 3 meninggal, 2 masih dicari)
Proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan hingga berita ini diturunkan. Semoga pencarian ini segera membuahkan hasil dan seluruh korban dapat ditemukan.