Transaksi SPKLU di Sulselrabar Naik 300 Persen Selama Mudik Lebaran 2025!
Penjualan kWh di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN Sulselrabar meningkat drastis hingga 300 persen selama periode mudik Lebaran 2025, menunjukkan tren positif adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) mencatat lonjakan signifikan pada transaksi penjualan kWh di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode mudik Lebaran 2025. Kenaikan mencapai 300 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, menunjukkan peningkatan adopsi kendaraan listrik di kawasan tersebut.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengumumkan bahwa selama mudik Lebaran 2025, tercatat 437 transaksi pengisian daya di SPKLU PLN, dengan total penjualan mencapai 11.528 kWh. Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat pesat dibandingkan tahun sebelumnya. Edyansyah juga mengapresiasi masyarakat yang telah menggunakan SPKLU PLN dan menyatakan komitmen PLN untuk terus meningkatkan layanan dan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.
Peningkatan transaksi SPKLU ini tidak hanya mencerminkan meningkatnya jumlah kendaraan listrik di jalanan, tetapi juga menunjukkan kesuksesan PLN dalam menyediakan infrastruktur pendukung kendaraan listrik yang andal dan mudah diakses. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong transisi energi berkelanjutan di Indonesia.
Layanan SPKLU PLN dan Dukungan Pemerintah
PLN terus berupaya meningkatkan layanan SPKLU dengan menambah jumlah unit yang beroperasi. Saat ini, terdapat 63 unit SPKLU yang tersebar di 50 lokasi di tiga provinsi tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen PLN dalam mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. PLN juga berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk memudahkan pengguna mobil listrik dalam pengisian daya, termasuk menyediakan fasilitas Fast Charging.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut mengapresiasi kesiapan PLN dalam menyediakan SPKLU, terutama menjelang mudik Lebaran. Ia menekankan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap program transisi energi dan pemanfaatan energi listrik untuk mengurangi emisi karbon. Dukungan pemerintah ini menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
"Kami berterima kasih kepada PLN atas kesiapan SPKLU menjelang momen mudik Lebaran. Kami mendukung penuh pemanfaatan listrik untuk menekan emisi karbon. Semoga kerja keras dan sinergi ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat," ujar Andi Sudirman Sulaiman.
Respon Positif Masyarakat
Pengguna kendaraan listrik juga memberikan respon positif terhadap layanan SPKLU PLN. Fahrul, seorang warga Makassar, menyampaikan apresiasinya terhadap fasilitas Fast Charging SPKLU PLN Karebosi. Ia menilai layanan tersebut cepat dan nyaman. Hal senada diungkapkan Rudianto di Parepare dan Afrizal di Makassar Selatan, yang memuji kemudahan, kecepatan, dan biaya pengisian daya yang lebih murah dibandingkan dengan kendaraan konvensional.
"Ini sangat membantu kami untuk mengisi daya kendaraan listrik. Cepat dan tempatnya nyaman," ungkap Fahrul. Sementara itu, Rudianto menambahkan, "Menggunakan mobil listrik lebih irit dan tidak perlu antri saat melakukan pengisian daya di SPKLU PLN." Afrizal juga menekankan kepraktisan dan efisiensi biaya penggunaan SPKLU PLN untuk perjalanan dalam maupun luar kota.
Kesimpulannya, peningkatan signifikan transaksi SPKLU PLN selama mudik Lebaran 2025 menunjukkan tren positif adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dukungan dari PLN dan pemerintah, serta respon positif dari masyarakat, menjadi faktor kunci keberhasilan ini. Ke depan, diharapkan akan semakin banyak infrastruktur pendukung kendaraan listrik dibangun untuk mempercepat transisi energi berkelanjutan di Indonesia.