UMPR Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus Lewat Workshop
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) melalui Fakultas Hukumnya menggelar workshop pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman.

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Hal ini diwujudkan melalui sebuah workshop bertajuk "Pencegahan Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Pelecehan Seksual pada Anak" yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum UMPR pada Jumat, 28 Februari 2024 di Palangka Raya.
Workshop ini melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa dari berbagai program studi di UMPR. Kegiatan ini merupakan langkah nyata UMPR dalam menanggapi isu penting kekerasan dan pelecehan seksual, khususnya di lingkungan kampus. Koordinator Perlindungan dan Etika Mahasiswa UMPR, Dr. Saipul SSos MAP, menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya pencegahan dan perlindungan korban.
Dekan Fakultas Hukum UMPR, Ardi Akbar Tanjung MH, menambahkan bahwa workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama mengenai pentingnya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak-anak. Fakultas Hukum UMPR berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan edukatif yang berfokus pada perlindungan hak asasi manusia, khususnya perempuan dan anak yang rentan menjadi korban kekerasan dan pelecehan.
Langkah Konkret UMPR dalam Pencegahan Kekerasan Seksual
Workshop yang diadakan oleh FH UMPR ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual, mencakup aspek hukum, psikologis, dan sosial. Para peserta diberikan materi yang mendalam dan diharapkan mampu menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat luas.
Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, seperti IPDA H Shamsudin, SH (Ketua Tim Virtual Police Bidang Humas Polda Kalteng), Satriya Nugraha MHum (dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2DIKTI) XI Banjarmasin), dan M Luddy Patra MKn, CLA (dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya), workshop ini memastikan peserta mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Kehadiran Wakil Rektor 1 UMPR, Dr. Chandra Anugrah Putra MIKom, serta sejumlah dosen dari berbagai program studi di UMPR, menunjukkan dukungan penuh universitas terhadap inisiatif ini. Hal ini menegaskan komitmen UMPR dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual.
Edukasi dan Sosialisasi sebagai Pilar Utama
Salah satu tujuan utama workshop ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual. Para peserta, yang terdiri dari mahasiswa UMPR, diharapkan menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi dan keterampilan yang diperoleh selama workshop.
Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat lebih efektif dalam mencegah dan menangani kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual. UMPR berharap inisiatif ini dapat menciptakan efek domino, di mana kesadaran dan tindakan pencegahan akan menyebar luas di masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan langkah konkret FH UMPR dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan. Workshop ini diharapkan dapat menjadi ajang edukasi bagi peserta dalam memahami cara-cara pencegahan serta perlindungan terhadap korban kekerasan dan pelecehan seksual," ujar Dr. Saipul SSos MAP.
Kesimpulan
Workshop pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum UMPR merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan mendukung. Melalui edukasi dan sosialisasi yang intensif, UMPR berkomitmen untuk terus berupaya melindungi mahasiswa dan seluruh civitas akademika dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual.