UMPR Perkuat Program Carbon Trading: Siap Jadi Sumber Pendanaan Baru Kampus
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) melalui Tim Task Force Carbon Trading memperkuat program perdagangan karbon untuk mendukung operasional kampus dan membuka lapangan kerja bagi alumni.

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah gencar mempersiapkan program perdagangan karbon atau carbon trading. Program ini dijalankan melalui Tim Task Force Carbon Trading Universitas Muhammadiyah Palangkaraya-Menyangga Bisnis (CTUMPR-MB) dan diharapkan menjadi sumber pendanaan baru bagi kampus serta membuka peluang kerja bagi alumni.
Ketua Tim Task Force CTUMPR-MB, Dr. Riban Satia, MSi, menjelaskan bahwa secara teknis, UMPR telah memenuhi sejumlah persyaratan yang dibutuhkan sesuai regulasi. Kerja sama dengan berbagai pihak juga telah terjalin untuk mengukur potensi dan kelayakan hutan yang dimiliki UMPR sebagai aset utama dalam program ini. Langkah ini merupakan bagian dari strategi UMPR untuk meningkatkan kemandirian finansial dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
Rektor UMPR, Assoc Prof Dr. Muhamad Yusuf, secara resmi meluncurkan CT UMPR-MB. Beliau menekankan bahwa program ini merupakan unit usaha baru yang menjanjikan bagi UMPR. "Kita harapkan Trading Carbon UMPR berjalan lancar dan secepatnya terealisasi. Semua tahapan sudah kita lakukan, dari membentuk Tim Task Force hingga pertemuan dengan Menteri Kehutanan RI," ujar Rektor Yusuf, menunjukkan optimisme terhadap keberhasilan program ini.
Langkah Konkret UMPR dalam Carbon Trading
UMPR telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam pengembangan program carbon trading. Tim Task Force telah melakukan berbagai persiapan, termasuk melakukan pertemuan dengan Kementerian Kehutanan RI dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng. Dukungan dari kedua instansi tersebut memberikan angin segar bagi UMPR dalam menjalankan program ini. Rakhdinda Dwi Artha Qairi, M.AP, salah satu anggota Tim Task Force, menyampaikan bahwa koordinasi terus dilakukan untuk memenuhi semua persyaratan regulasi.
Proses pengukuran potensi dan kelayakan hutan UMPR juga telah dilakukan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program carbon trading berjalan sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku. UMPR berharap program ini tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan.
Rektor UMPR optimistis bahwa carbon trading akan menjadi sumber pendanaan yang signifikan bagi kampus dan membuka lapangan kerja bagi alumni. Hal ini sejalan dengan visi UMPR untuk menjadi universitas yang mandiri dan berkontribusi pada pembangunan daerah.
Dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah
Program carbon trading UMPR mendapat apresiasi positif dari Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni. Dalam pertemuan dengan perwakilan Tim Task Force CTUMPR-MB, Menteri Kehutanan menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif UMPR. "Saya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik carbon trading yang akan dilakukan UMPR," kata Menteri Kehutanan.
Dukungan serupa juga datang dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng. Pihak Dinas Kehutanan memberikan dukungan penuh terhadap program carbon trading UMPR. Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah ini menunjukkan bahwa program ini memiliki potensi besar dan sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.
Dengan adanya dukungan yang kuat dari berbagai pihak, UMPR semakin optimistis dalam menjalankan program carbon trading. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain di Indonesia dalam mengembangkan program yang berkelanjutan dan menghasilkan dampak ekonomi positif.
UMPR berharap program ini dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Indonesia dalam mengelola aset lingkungan secara berkelanjutan dan menghasilkan pendapatan tambahan. Keberhasilan program ini akan memberikan dampak positif baik bagi UMPR, lingkungan, dan perekonomian daerah.