Wamendagri Ingatkan ASN Tak Telat Masuk Kerja Usai Libur Lebaran 2025
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengingatkan ASN untuk tepat waktu kembali bekerja setelah libur Lebaran 2025, karena akan diadakan halal bihalal.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, memberikan peringatan penting kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) terkait kedisiplinan waktu kerja setelah libur panjang Lebaran 2025. ASN diimbau untuk tidak terlambat masuk kerja pada hari pertama, Selasa, 8 April 2025, mengingat akan diselenggarakan tradisi halal bihalal.
Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Wamendagri Bima Arya saat ditemui di Komplek Widya Chandra III, Jakarta Selatan, pada Rabu. Beliau menekankan pentingnya kehadiran tepat waktu, bukan hanya sebagai bentuk kedisiplinan, tetapi juga sebagai bagian dari rangkaian halal bihalal. Halal bihalal, menurut Wamendagri, bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga momentum untuk memastikan kesiapan seluruh ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di hari pertama kerja.
"Itu hari pertama kerja itu tradisinya adalah halal-bihalal, semuanya. Nah, itu harus on time. Halal-bihalal itu selain silaturahmi, juga untuk memastikan bahwa semuanya siap bekerja di hari pertama," tegas Bima Arya. Lebih lanjut, beliau menambahkan, "Tanggal 8 itu seluruh kepala daerah, kantor-kantor kementerian, hari pertama itu halal-bihalal. Jadi, jangan telat-lah!"
Tradisi Halal Bihalal dan Kedisiplinan ASN
Tradisi halal bihalal yang akan dilaksanakan pada 8 April 2025 menjadi momentum penting bagi ASN untuk mempererat tali silaturahmi dan sekaligus mengevaluasi kinerja selama periode libur Lebaran. Kehadiran tepat waktu menjadi cerminan komitmen dan profesionalisme ASN dalam menjalankan tugasnya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Wamendagri Bima Arya berharap agar seluruh ASN dapat memaknai halal bihalal sebagai kesempatan untuk meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kedisiplinan dan tanggung jawab menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita tersebut. ASN diharapkan dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dalam hal kedisiplinan dan etos kerja.
Libur Lebaran 2025 sendiri jatuh pada tanggal 31 Maret dan 1 April 2025, sementara cuti bersama ditetapkan pada tanggal 2 hingga 7 April 2025. Dengan demikian, tanggal 8 April 2025 menjadi hari pertama kerja setelah libur panjang tersebut.
Efektivitas Kebijakan Work From Anywhere (WFA)
Selain menekankan kedisiplinan ASN, Wamendagri Bima Arya juga memberikan apresiasi terhadap efektivitas kebijakan work from anywhere (WFA) yang diterapkan selama masa mudik Lebaran 2025, yaitu pada tanggal 24-27 Maret 2025. Kebijakan ini dinilai berhasil mengurangi kepadatan lalu lintas selama periode mudik.
"Mudik tahun ini rasanya lebih lancar ya karena WFA ini kelihatannya efektif, jadi mudiknya bertahap," ujar Wamendagri. Penerapan WFA memberikan fleksibilitas bagi ASN untuk mengatur waktu dan tempat kerja, sehingga mengurangi konsentrasi arus mudik pada waktu tertentu.
Wamendagri juga memberikan apresiasi kepada Kepolisian dan kepala daerah atas koordinasi dan inovasi rekayasa lalu lintas yang dilakukan selama masa mudik Lebaran 2025. Kerja sama yang baik antara berbagai pihak ini dinilai sangat penting dalam menciptakan kelancaran arus mudik dan balik.
"Kemudian teman-teman kepolisian membuat rekayasa lalin yang inovatif juga. Jadi, teman-teman kepala daerah juga kerjanya bagus ya, koordinasinya. Jadi kita apresiasi," puji Bima Arya.
Secara keseluruhan, persiapan dan pelaksanaan mudik Lebaran 2025 berjalan dengan lancar berkat kerjasama berbagai pihak dan penerapan kebijakan yang tepat. Hal ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi tantangan mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.