Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Imbau Masyarakat Maluku Utara Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di Maluku Utara pada 17-23 Februari 2025, mengancam berbagai wilayah dan berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi.

Masyarakat Maluku Utara diimbau meningkatkan kewaspadaan! Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini akan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang akan melanda wilayah tersebut pada periode 17 hingga 23 Februari 2025. Peringatan ini disampaikan langsung oleh Kepala BMKG Kelas I Sultan Baabullah Ternate, Sakimin, pada Senin lalu di Ternate.
Ancaman Hujan Lebat dan Angin Kencang
Menurut Sakimin, pola konvergensi dan belokan massa udara di sekitar Maluku Utara menjadi pemicu utama peningkatan pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi secara fluktuatif, baik siang, sore, malam, maupun dini hari. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Maluku Utara akan mengalami kondisi berawan hingga hujan ringan, namun potensi hujan lebat perlu diwaspadai.
Prakiraan cuaca rinci menunjukkan beberapa wilayah yang akan terdampak signifikan. Pada tanggal 17-18 Februari 2025, hujan sedang hingga lebat diperkirakan akan melanda Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, dan Pulau Taliabu. Kemudian, pada tanggal 19-20 Februari 2025, wilayah yang terdampak meluas hingga mencakup Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, dan Kepulauan Sula.
Puncak potensi hujan lebat diperkirakan terjadi pada periode 21-23 Februari 2025. Wilayah yang kembali berisiko tinggi meliputi sebagian besar Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, dan Pulau Taliabu. Masyarakat di daerah-daerah tersebut dihimbau untuk tetap waspada dan siaga.
Potensi Bencana Hidrometeorologi
Cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG ini berpotensi menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi. Banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang menjadi ancaman nyata. Selain itu, berkurangnya jarak pandang juga dapat mengganggu aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana ini.
Imbauan dan Rekomendasi
Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk melakukan berbagai langkah antisipasi. Penting untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem pengelolaan sumber daya air. Koordinasi antar instansi juga perlu diintensifkan untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Masyarakat juga didorong untuk meningkatkan kesadaran akan potensi bencana di lingkungan sekitar, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah terjadinya banjir.
"Tidak membuang sampah sembarangan sangat penting," tegas Sakimin. "Kebersihan lingkungan merupakan salah satu upaya pencegahan banjir yang efektif." Selain itu, Sakimin juga menekankan pentingnya memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat.
Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor kunci dalam meminimalisir dampak buruk dari potensi cuaca ekstrem ini. Dengan mengikuti imbauan dan rekomendasi dari BMKG, diharapkan masyarakat Maluku Utara dapat menghadapi potensi bencana dengan lebih baik dan mengurangi risiko kerugian yang mungkin terjadi.