Waspada Cuaca Ekstrem! Pemkot Mataram Imbau Warga Antisipasi Pancaroba
Pemkot Mataram imbau warga waspada potensi cuaca ekstrem seperti banjir, angin kencang, dan gelombang tinggi selama pancaroba yang diperkirakan berlangsung hingga awal April 2025.

Mataram, 21 Maret 2024 - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengeluarkan imbauan kepada seluruh warganya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba. Periode peralihan musim hujan ke musim kemarau ini diperkirakan berlangsung hingga sepekan ke depan, dengan potensi ancaman yang cukup signifikan.
Imbauan ini disampaikan oleh Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Irwan Rahadi. Berdasarkan informasi dari BMKG Zainuddin Abdul Madjid, Kota Mataram dan wilayah NTB secara umum berpotensi mengalami peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, kecepatan angin juga diprediksi akan meningkat selama periode ini.
"Tinggi gelombang di perairan NTB berada pada kategori sedang hingga tinggi (1,25-4,0 meter), dan potensi banjir pesisir atau rob juga berpeluang terjadi hingga awal April 2025," ujar Irwan Rahadi. Ancaman ini tentunya perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah pesisir.
Ancaman Cuaca Ekstrem di NTB
Irwan Rahadi menjelaskan lebih lanjut bahwa peningkatan potensi cuaca ekstrem ini disebabkan oleh beberapa faktor dinamika atmosfer. Aktifnya gelombang atmosfer Equatorial Rossby, Madden Julian Ocilation (MJO), serta adanya sirkulasi siklonik di Laut Timor dan Teluk Carpentaria, berkontribusi pada perlambatan kecepatan angin dan pertemuan angin (konvergensi) di sekitar wilayah NTB.
Kondisi ini menyebabkan kelembapan udara yang tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat. Akibatnya, pertumbuhan awan hujan meningkat secara signifikan hingga akhir Maret 2025. Meskipun NTB diprediksi akan memasuki musim kemarau pada April hingga Mei 2025, ancaman cuaca ekstrem di masa pancaroba ini tetap perlu diwaspadai.
"Wilayah NTB sendiri diprediksikan akan mulai memasuki awal musim kemarau pada bulan April Dasarian I hingga bulan Mei Dasarian I 2025," tambah Irwan Rahadi. Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa masa transisi ini masih menyimpan potensi bahaya yang perlu diantisipasi.
Imbauan dan Antisipasi Bencana
BPBD Kota Mataram mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi. Bencana tersebut antara lain banjir, banjir bandang, genangan, angin kencang, puting beliung, petir, pohon tumbang, dan baliho roboh. Selain itu, berkurangnya jarak pandang juga menjadi perhatian utama.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, termasuk pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, dan wisatawan bahari, diimbau untuk mewaspadai gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai sekitar dua meter di beberapa wilayah perairan NTB. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan utara NTB, perairan selatan NTB, perairan selatan Sumbawa, dan Samudera Hindia selatan NTB.
Sebagai langkah pencegahan, Irwan Rahadi menyarankan agar masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko terkena dampak cuaca ekstrem yang tidak diinginkan. "Karena itu jika tidak ada kepentingan mendesak, masyarakat sebaiknya tetap berada di rumah untuk menghindari potensi bencana yang tidak diinginkan," pesannya.
Pemkot Mataram terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti arahan dan informasi resmi dari pemerintah setempat.